727. Dari C.I.N.T.A Turun ke Inovasi, Ketika Lampu Bertemu Karpet

Penulis : Jaka Yuhenda
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Ketika lensa bertemu cahaya lahirlah mikroskop
Ketika plastik bertemu cakram jadilah CD
Ketika router bertemu gelombang terciptalah WiFi
Lalu apa yang terjadi ketika lampu bertemu karpet?

Adalah perusahaan lampu terkemuka dunia PHILIPS dan korporasi karpet global kenamaan DESSO, duo raksasa asal Belanda ini saling berkolaborasi bersama menciptakan sebuah karya inovatif bernilai jual tinggi. Yup! Namanya adalah Luminous Carpet, sebuah karpet unik yang konsepnya berasal dari C.I.N.T.A. Apakah itu?
CINTA ini bukanlah cinta biasa karena ia adalah C.I.N.T.A
C.I.N.T.A adalah Creativity, Idealism, Nature, Transformation, dan Ambition.
Dari C.I.N.T.A, inovasi bermula.
Sungguh dahsyat kekuatan C.I.N.T.A sehingga ialah sumber insiprasi bangsa Belanda.

Creativity
Siapa yang akan menyangka jika lampu dapat dikawinkan dengan karpet? Ide “gila” ini berakar dari pohon kreativitas Philips dan Decco yang menghasilkan buah manis, Luminous Carpet. Dari namanya, kita dapat menduga-duga bahwa Luminous Carpet bukanlah sebuah karpet biasa, sebab karpet unik ini dapat menyala dan memancarkan cahaya LED didalamnya. Cahaya LED kemudian menghasilkan berbagai spektrum cahaya beraneka warna. Tak hanya itu, karpet unik ini dapat memvisualisasikan imaji-imaji statis ataupun video sesuai dengan apa yang kita inginkan. Bagaikan kanvas putih, Lumninous Carpet memberikan kebebasan berkreasi bagi pelukisnya.

image001
Ilustrasi: Dengan menggunakan gawai, teman-teman dapat menghasilkan kreavitas cahaya tanpa batas

Idealism
Dibalik lahirnya inovasi, ada idealisme yang perjuangkan oleh sang inovator. Inovasi tanpa idealisme bagaikan karya kosong tanpa makna. Maka dibalik penciptaan Luminous Carpet, tersimpan sebuah idealisme mulia PHILIPS dan DESSO yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia. Menurutnya, manusia banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan berbagai aneka paparan sumber pencahayaan. Hal ini berbahaya bagi mata dan menimbulkan mood yang memengaruhi emosi manusia. Kemudian, mereka mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan ruangan disekitarnya yang disimpulkan bahwa indera mata kita cenderung mencari cahaya, sementara di sisi lain ketika berjalan manusia akan cenderung melihat ke lantai. Hal ini yang memicu kelelahan pada mata. Dengan Luminous Carpet, pencahayaan difokuskan kepada lantai sehingga mata tidak kelelahan akibat pemaparan cahaya yang berulang-ulang. Cara ini diketahui dapat membantu mengurangi stres dan mood yang buruk akibat pencahayaan.

Nature
Belanda sebagai salah satu bangsa yang peduli akan lingkungan serta menyadari pentingnya menjaga keharmonisan alam. Tentu, jargon ini bukanlah sesuatu hal yang omong kosong. Hal ini dapat kita lihat dari Luminous Carpet yang dibuat dari benang econil, yang merupakan 100% produk daur ulang yaitu sisa-sisa karpet yang tak terpakai, aneka kain, sampah, bahkan jaring ikan. Selain itu, teknologi cahaya yang digunakan adalah LED termuktahir, sebuah LED hemat energi sehingga pemakaiannya yang lama tidak membuat karpet cepat panas.

Transformation
Inovasi mentransformasi cara-cara baru yang memberikan value bagi manusia dan alam. Transformasi juga mengubah cara kerja dan pandang manusia terhadap value itu sendiri. Penggunaan Luminous Carpet mentransformasikan cara baru bagaimana manusia berinteraksi dengan cahaya. Umumnya, penggunaan carpet ini diterapkan pada gedung-gedung perkantoran, mall, ataupun pusat keramaian. Transformasi sebuah karpet yang dapat digunakan untuk memberikan petunjuk lokasi atau tempat kepada seseorang, meningkatkan suasana dan kenyamanan interior bangunan, ataupun memberikan pesan dan informasi yang diinginkan. Katakanlah pada karpet, maka dia akan menuntunmu! #sayitoncarpet

Ambition
Inovasi harus lahirlah dari sebuah ambisi positif, yaitu untuk menciptakan dunia lebih baik. Tak ada inovasi tanpa sebuah ambisi. Ambisi adalah suatu hal yang wajib. Tanpa ambisi inovasi tidak akan tercipta. Luminous Carpet adalah satu contoh ambisi PHILIPS dan DECCO untuk senantiasa melakukan perubahan-perubahan agar menjadi yang terdepan. Maka tak heran, jika kedua perusahaan ini pernah meraih penghargaan; PHILIPS sebagai 100 Perusahaan Terinovatif 2014 versi Thomson Reuters dan DECCO sebagai 100 Solusi Inovatif Dunia SUSTAINIA 100 Award 2014.

C.I.N.T.A menginsiprasi bangsa Belanda, juga PHILIPS dan DECCO, maka ketika aku bertemu C.I.N.T.A, jadilah kamu inovasi C.I.N.T.A.-ku <3 Referensi http://www.luminous-carpets.com/ http://www.desso.com/news-events/news-overview/2014/7/new-luminous-carpets%E2%84%A2-from-philips-and-desso-part-of-rem-koolhaas-vision-for-venices-architect-biennale/ http://inhabitat.com/philips-new-led-carpeting-ensures-youll-never-get-lost-in-the-airport-again/philips-desso-luminous-led-carpeting-3/ http://www.econyl.com/dessos-luminous-carpet/ http://www.dezeen.com/2014/04/30/architects-specify-luminosity-rogier-van-der-heide-philips-lighting/