728. Sand Motor: Inovasi Belanda untuk Wajah Bumi di Masa yang Akan Datang

Penulis : Widiandani Sanjaya
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

“Para ilmuwan yakin jika lapisan es Greenland setebal 1 mil di beberapa titik, seluruhnya mencair, permukaan laut akan naik setinggi 23 kaki, atau 7 meter.”
Brown, Lester R. “The Earth is Shrinking: Advancing Deserts and Rising Seas Squeezing Civilization” Plan B Updates. Earth Policy Institute.

Apa yang terjadi jika pemanasan global terus berlanjut dan daratan yang tersisa di bumi hanya gunung tertinggi seperti Everest? Sementara populasi manusia bertambah 70 juta individu setiap tahunnya dan alat pengendali natalitas seperti tidak membuahkan hasil yang signifikan? Seberapa luas daratan yang dimiliki bumi dalam 10, 20, atau 50 tahun ke depan?

Erosi Air Laut
Erosi yang proses pengikisan daratannya disebabkan oleh arus air laut. Prosesnya beragam, bergantung pada kepadatan daratan dan besar arus air laut dalam rentang waktu tertentu. Pada tahap yang lebih tinggi, dimana erosi bukan lagi berperan sebagai “pembentuk lahan” dan menciptakan ekosistem baru seperti taman air laut yang asri, erosi patut diberikan perhatian yang lebih. Karena erosi memakan lahan yang dipakai manusia untuk bertahan hidup.

image004
Gambar 1: http://www.norfolkblogger.co.uk/wp-content/uploads/Happisburgh-Coastal-Erosion-2-601.jpg

image002
Gambar 2: http://www.saarc-sadkn.org/images/sea_erosion.jpg

Belanda, Erosi, dan Sand Replenishment
Belanda merupakan negara dengan luas lahan yang sempit jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Satu pergerakkan alam di bumi yang mengambil perhatian Belanda sejak abad pertengahan adalah erosi air laut. Jika Indonesia awas terhadap bencana gunung meletus dan tsunami, Belanda awas terhadap erosi. Disini kita dapat melihat perbandingan urgensi masing-masing negara, mengapa Belanda selangkah lebih maju daripada Indonesia menyangkut usaha pengelolaan air.

Data dari Rijkswaterstaat, Direktorat Jendral dalam bidang pengelolaan air, menunjukkan bahwa pengikisan garis pantai Belanda memberikan dampak yang signifikan setiap satu dekade. Tentu rentang waktu tersebut merupakan waktu yang sangat pendek bagi Belanda untuk mencari cara agar daratannya tidak semakin berkurang setiap tahunnya. Berangkat dari kasus tersebut, untuk meminimalisir penyempitan lahan akibat erosi, Belanda melakukan beberapa proyek. Salah satunya adalah Sand Replenishment.

Sand Replenishment (pengisian pasir di sepanjang gari pantai) merupakan proyek yang sudah diterapkan sejak tahun 1990 untuk meminimalisir pengikisan di sepanjang pantai. Lima tahun sekali, pasir sebanyak 12 juta meter kubik dari North Sea, yang terletak di sebelah utara Belanda, dikeruk dan diangkut untuk kemudian disebarkan di sepanjang pantai Belanda. Hal ini dilakukan agar laut memiliki sesuatu untuk ‘dikunyah’.

Namun kegiatan pengangkutan tersebut memakan banyak biaya dan tenaga, serta hanya bersifat sementara. Efek dari sand replenishment hanya bertahan selama lima tahun dan sayangnya bertolak dari semboyan “Building with Nature” yang diterapkan oleh para insinyur di Belanda, yaitu merusak ekologi yang ada di North Sea. Proyek Sand Replenishment kemudian dianggap tidak ramah lingkungan dan memberikan efek yang tidak kontinu.

image006
Gambar 3: Sand Replenishing

http://www.noordzeeloket.nl/en/projects/north-sea-natura-2000/stakeholders/sand-suppletion/

Sand Motor: Zand Motor
Pada tahun 2011, seorang Profesor berkebangsaan Belanda dari TU Delft, Marcel Stive, menggagaskan sistem baru yang mungkin dapat menggantikan posisi proyek per lima tahun dengan proyek yang lebih berkelanjutan. Beliau memperkenalkan Sand Motor atau Zand Motor (Belanda). Sesuai namanya, Sand Motor, motor berarti penggerak. Konsepnya lebih seperti “We do a little, and let the earth do her work.”

image008
Gambar 4: Marcel Stive

https://www.youtube.com/watch?v=wtY4_QXcVsM

Proses percobaannya dilakukan di lepas pantai Kijkduin-Ter Heijde dengan menumpahkan 21 meter kubik pasir 1 km jauhnya dari garis pantai dan memliki lebar 2 km. Pasir tersebut diambil dari lepas pantai sejauh 10 kilometer dari tempat percobaan, sehingga North Sea tidak akan kehilangan ekosistemnya yang asri.
Sebuah tanjung (peninsula) terbentuk setelah percobaan tersebut. Pasir menumpuk menjadi sedimen yang dapat dipijak. Terlihat bahwa Sand Motor memberikan efek yang cukup signifikan sebagai proyek pelestarian garis pantai di Kijkduin-Ter Heijde. Seperti yang sudah disebutkan di atas, let the earth do her work, pasir dapat tersebar dengan bantuan arus air laut dari Kijkduin-Ter Heijde hingga ke selatan Scheveningen.

image010
Gambar 5: Perkembangan Sand Motor

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=https://publicwiki.deltares.nl/download/attachments/2392210/2-sandengine_alt.png%253Fapi%253Dv2&imgrefurl=https://publicwiki.deltares.nl/display/BWN/Case%2B-%2BSand%2BMotor%2BDelfland&h=779&w=939&tbnid=yT9yTOmk5z-06M:&zoom=1&docid=ymM6UIeMzA26sM&ei=Kl4-Vee3HdO8uASvwID4BA&tbm=isch&ved=0CB0QMygCMAI

image011
Gambar 6: Perkembangan Sand Motor 2011-2012

http://www.dutchwatersector.com/uploads/2012/11/dws-ecoshape-sand-motor-2011-2012-525px.jpg

Pemeriksaan perkembangan Sand Motor dilakukan dengan berbagai cara. Professor Stive bersama dengan beberapa kolega PhD-nya mendata perkembangan proyek tersebut menggunakan ATV dan jetski. Mereka mencatat perkembangan di atas maupun di bawah, seperti morfologi, flora dan fauna, hingga beberapa area yang dapat dijadikan area aman untuk rekreasi air. Profesor Stive berharap Sand Motor akan menumbuhkan ekosistem yang unik. Dalam hal ini lengkap mencakupi beragam jenis ekosistem dalam satu lahan.

image013
Gambar 7: https://www.youtube.com/watch?v=wtY4_QXcVsM

Profesor Stive mengatakan bahwa Sand Motor akan terus dilanjutkan melihat perkembangannya yang cukup pesat dibandingkan dengan proyek pendahulunya yaitu Sand Replenishment. Misinya hampir tercapai, yaitu menjalankan proyek yang memakan lebih sedikit biaya dan tenaga serta ramah lingkungan.

Sand Motor untuk Indonesia dan Dunia
Sand Motor patut diterapkan di wilayah-wilayah di Indonesia seperti, dalam kasus yang paling parah, Jakarta. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini Jakarta semakin tak layak untuk ditinggali. Jakarta memiliki drainase yang buruk, tanah yang cenderung lebih cekung daripada tahun-tahun sebelumnya, serta erosi air laut yang sering terjadi di utara Jakarta yang (tak jarang) menyebabkan beberapa wilayah di bagian utara Jakarta terendam air bahkan ketika tidak hujan sekalipun. Diharapkan setelah dahulu Jakarta menerapkan sistem kanal yang ada di Belanda, sistem seperti Sand Motor ini dapat juga dicoba dan diterapkan di Jakarta dan wilayah Indonesia lainnya.

Referensi:

http://climate.nasa.gov/effects/

http://www.quest.nl/video/40-nederlandse-uitvindingen-met-wereldwijde-impact

http://www.earth-policy.org/plan_b_updates/2006/update61

http://www.citg.tudelft.nl/en/research/scientists-highlighted/marcel-stive/

http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/4557-ecoshape-lustrum-understanding-coastal-ecology-speeds-up-marine-infrastructure-projects.html

http://www.tudelft.nl/en/current/university-magazines/delft-outlook/former-editions/2012/2012-1/delft-outlook-2012-1/science/sand-engine-quells-the-coasts-hunger-for-sand/

http://www.dezandmotor.nl/en-GB/the-sand-motor/

http://www.cobouw.nl/nieuws/algemeen/2011/11/24/atsma-wil-meer-zandmotors

https://www.youtube.com/watch?v=wtY4_QXcVsM The Sand Motor – Passionate Research
https://www.youtube.com/watch?v=Hy9iPH9WU4A Sand Motor in the Netherlands, construction, operation and research (Sand Engine)