729. Tomat dan Penghangat Ruangan dari Sumber Energi Panas Bumi di Belanda

Penulis : EKA OKTAVIANI
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Jika api adalah benda yang butuh penjelasan
Maka orange hampir jadi penyempurnanya
Bagai dua sejoli dalam kata yang tak sama
Mereka dua dalam satu indera penglihatan
Jika Belanda adalah suatu nama benda
Maka kincir angin adalah atributnya
Begitu pula dengan tulip si cantik berwarna
Mereka satu, dalam beberapa kata

Belanda sebagai salah satu negara di Benua Eropa dengan luas geografis 41.526 km2, selalu berusaha melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Negeri yang berbatasan darat di sebelah timur dengan Jerman dan di sebelah selatan dengan negara Belgia ini dijuluki sebagai negeri kincir angin karena kepemilikan kincir angin yang mencapai jumlah 1.195 kincir angin aktif untuk mendukung aktivitas perindustrian di negara tersebut, termasuk industri pertanian sebagai sektor penyediaan pangan yang penting di dunia. Negeri yang berbatasan laut dengan North Sea di sebelah barat dan utara ini juga dijuluki negeri Bunga Tulip karena kemampuan ekspor bunga tulip yang tertinggi dibandingkan negara lain.

Pembuatan kincir angin merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membantu masyarakat Belanda dalam pemanfaatan potensi energi yang terkandung dalam sumber energi angin. Energi memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Belanda. Selain energi dari angin, penggunaan energi yang berasal dari bahan bakar fosil dalam beberapa dekade terakhir ini mengalami peningkatan karena adanya kebutuhan konsumsi yang semakin meningkat. Tingkat konsumsi yang mengalami peningkatan tidak berbanding lurus dengan produksi bahan bakar tersebut. Kenaikan harga minyak bumi sejak tahun 1973 merupakan akibat dari ketimpangan tersebut. Hal ini menyebabkan adanya kebutuhan terhadap sumber energi lain yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sumber energi.

Beberapa kandidat sumber energi berkelanjutan adalah hidroelektrik, energi matahari, kekuatan gelombang laut, energi dari makhluk hayati, energi pasang surut, dan energi panas bumi atau yang biasa disebut dengan geotermal. Energi panas bumi merupakan kandidat kuat untuk membantu pemenuhan energi masyarakat di Belanda. Hal ini dikarenakan Belanda memiliki potensi panas bumi bersuhu rendah yang tersebar di beberapa titik geografi Belanda dan dapat dimanfaatkan secara langsung.

Energi panas bumi merupakan energi panas yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Panas berasal dari proses pembentukan bumi dan penghancuran bahan radioaktif beberapa elemen dalam inti bumi. Perbedaan suhu antara inti dan permukaan bumi menyebabkan terjadinya hantaran atau konduksi yang terus-menerus dari energi panas dalam bentuk panas dari inti bumi ke permukaan. Panas terdistribusi secara tidak sama di atas pemukaan bumi. Batu yang mengalami pendinginan akan kembali dipanaskan sepanjang waktu. Energi ini disebut sebagai energi berkelanjutan karena panas secara konstan akan selalu dihasilkan.

Pemanfaatan energi panas bumi untuk sampai ke permukaan bumi menggunakan sistem doublet. Doublet adalah kombinasi antara sumur produksi aliran panas dengan sumur injeksi. Sumur produksi dan injeksi dibor di dalam tanah untuk mengekstrak dan memasukkan air dari bebatuan. Air panas dipompa keluar bebatuan agar energi panas dapat digunakan melalui sumur produksi. Bebatuan ini dinamakan reservoir atau aquifer. Aquifer harus memiliki permeabilitas yang tinggi untuk memungkinkan aliran air yang cukup. Penukar panas mengekstrak panas dari air yang digunakan untuk pemanasan. Kemudian, air yang sudah mengalami pendinginan kemudian diinjeksikan kembali ke dalam aquifer melalui sumur injeksi. Penginjeksian kembali air dingin ke dalam aquifer merupakan hal yang dilakukan untuk mencegah terjadinya gempa bumi atau permukaan bumi yang turun.

Salah satu aplikasi langsung sistem energi panas bumi di negeri kincir angin tersebut adalah sebagai pemanas rumah kaca atau greenhouse. Pemanasan rumah kaca telah berhasil diimplementasikan di Bleiswijk, kota yang berjarak 63 km dengan Amsterdam. Perusahaan keluarga atau firma bernama A+G van den Bosch adalah pihak yang berada di belakang proyek pembangkit energi panas bumi untuk pemanas rumah kaca khusus tanaman tomat. Sejak tahun 2007 hingga 2013, instalasi pemanas rumah kaca ini berhasil mendukung pertumbuhan tanaman tomat di atas tanah seluas 14 ha. Sebanyak delapan instalasi doublet telah dibangun. Tujuh dari doublet tersebut mengekstrak air dari batu yang berpori, sedangkan satu doublet yang lain menghasilkan air yang hangat dari terowongan tambang yang sudah dibuat terlebih dulu. Tomat merupakan tanaman yang jika ditumbuhkan pada suhu dibawah 55oF (12,78oC) akan mengalami gangguan penyerbukan bunga sehingga menurunkan produktivitas tanaman. Sementara itu, Belanda memiliki karakter musim dengan suhu sepanjang hari pada musim dingin antara 2oC-6oC sedangkan pada musim panas berkisar antara 17oC-20oC. Pembentukan buah dapat mengalami kegagalan pada suhu rendah sehingga mengakibatkan tanaman tidak menghasilkan buah. Jika buah mampu terbentuk selama musim dingin, maka buah yang terbentuk dapat menyerupai paprika, dengan dinding paling luar yang normal dan pusat buah yang cekung.

image003
Sistem energi panas bumi
(http://www.thermogis.nl/images/doublet.png, dengan penambahan keterangan seperlunya)

Kisah sukses lain di Belanda dalam pemanfaatan sumber energi panas bumi adalah dalam pemanasan bangunan rumah. The Hague, kota yang berjarak sekitar 61 km dengan Amsterdam ini memanfaatkan sumber energi panas bumi untuk pemanasan bangunan kota. Kota The Hague bertekad ingin menjadi kota yang netral dengan gas karbondioksida pada tahun 2050. Proyek ini telah mulai dirancang pada tahun 2011. Proyek panas bumi menjadi salah satu pendukung target tersebut karena telah dimanfaatkan untuk penyediaan energi bagi sekitar 4000 bangunan dengan luas sekitar 2000 m2. Suhu dari air yang terpompa ke atas adalah 75oC dan air kemudian dikembalikan ke dalam tanah pada suhu 30oC. Air panas bawah tanah terletak pada kedalaman sekitar 2000 m dengan ukuran instalasi pembangkit panas bumi adalah 40 m x 50 m. Pipa-pipa baru dipasang ke semua rumah yang dibangun di bagian barat daya The Hague untuk distribusi air hangat. Sistem pemanasan tambahan dan panas bumi dihubungkan dengan sistem pemanas kota untuk memberikan pemanasan ekstra selama periode musim dingin, Jaringan atau sistem panas bumi berperan dalam pengurangan emisi karbondioksida sebesar 70% dari rumah-rumah yang terhubung. Instalasi tersebut dapat berlokasi di lingkungan perkotaan karena hanya menyebabkan terjadinya sedikit gangguan dari pompa-pompa dan uap air panas.
Referensi

Carter, K. tanpa tahun. http://homeguides.sfgate.com/temperature-damage-tomato-plants-54721.html. Home Guides What Temperature Will Damage Tomato Plants? Diakses tanggal 27 April 2015
http://en.thegreenery.com/home/about-us/nature-counts/the-growers/aplusg-van-den-bosch. A+G van den Bosch. Diakses tanggal 27 April 2015
http://www.urbangreenbluegrids.com/projects/geothermal-energy-the-hague-thenetherlands/. Geothermal energy, The Hague, The Netherlands. Diakses tanggal 27 April 2015
http://www.weatheronline.co.uk/reports/climate/The-Netherlands.htm. Weather Online : The Netherlands. Diakses tanggal 27 April 2015
Lokhorst, A., Wong, Th.E. 2007. Geothermal energy in Geology of the Netherlands. Th.E. Wong, D.A.J. Batjes & J. de Jager (Ed). Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences, 341–346.
TNO (Nederlandse Organisatie voor Toegepast Natuurwetenschappelijk Onderzoek/Netherlands Organisation for Applied Scientific Research). 2013. http://www.thermogis.nl/general_info.html. Diakses tanggal 27 April 2015
van Wees, J.D. tanpa tahun. https://www.tno.nl/en/focus-area/energy/geo-energy/transitioning-to-sustainable-energy/bleiswijk-a-succes-story-for-geothermal-energy/. Bleiswijk; a succes story for geothermal energy. Diakses tanggal 27 April 2015