730. Waterworld : Tak sekedar sains-fiksi ala Kevin Costner

Penulis : Nunung Ria Nursanti
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Salah satu film favorit saya adalah Waterworld, film yang dirilis tahun 1995 dan mulai beredar di televisi lokal Indonesia awal tahun 2000an. Saat itu saya masih SD, baru belajar menghafal sepatah dua patah kata dalam Bahasa Inggris, bisa mengartikan arti “Waterworld” sudah antusias setengah mati. Dunia air. Apalagi pemain utamanya adalah yang dulu pernah berperan sebagai Robin Hood yang baru-baru ini saya tahu bernama asli Kevin Costner.

Nah, Waterworld ini merupakan film yang bercerita pasca mencairnya es di kutub bumi. Bagaimana mereka sangat menghargai dan “lapar” akan keberadaan tanah, yang hanya dapat dicari dari peta yang menjadi tato pada badan seorang gadis kecil. Seusai menonton film tersebut, yang ada hanya takut dan rasa ngeri kalau memang Es di kutub benar-benar mencair dan menyelimuti seluruh dataran di muka bumi ini. Hidup di atas air yang tak tahu seberapa dalamnya, tak ada daratan, tak mungkin bisa terdampar kalo jatuh di atas air tanpa ada daratan, apalagi diproyeksikan dalam film tersebut manusia tinggal di atas perahu, terombang-ambing di atas air. Ahai, Momok yang menakutkan bagi pikiran sederhana seorang anak kecil kala itu.

Itu adalah cerita Kevin Costner dengan filmnya perihal kehidupan tanpa daratan. Lain lagi dengan cerita dari “tanah rendah”. Hidup nyaman di atas air tak lagi sekedar impian, karena ternyata mungkin sekali. Ialah Koen Olthuis, dari WaterStudio.nl seorang arsitek dari Belanda yang membuat dan membangun konsep “floating city” di dekat area perkebunan di The Hague(1), Belanda.

image002
Gambar 1. Koen Olthuis bersama konsep floating city

Yes, Floating city, atau Kota yang mengapung merupakan konsep di mana sebuah gedung dapat dibangun di atas air dengan pondasi yang dapat bergerak. Tentu saja gedung ini memiliki sanitasi yang lengkap dengan panel surya untuk dapat berfungsi sebagaimana suatu hunian. Konsep ini dianggap menjawab tantangan global akan adanya ancaman global warming (naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub) terlebih Belanda yang 50 % wilayahnya hanya 1 meter di atas permukaan air (2) floating city menjadi alternatif utama hunian setelah hunian di atas permukaan tanah.

image003
Gambar 2. Watervilla Aalsmeer, The Netherlands. Bangunan dengan konsep Floating city yang dibuat WaterStudio.nl (6)

Dikutip dari inhabitat.com (3), Koen menjelaskan bahwa Floating city ini jauh berbeda dengan houseboats dengan dimensi 5-6 meter yang ada di Amsterdam. Floating city dapat dibuat jauh lebih besar dan lebih stabil ketimbang houseboats. Teknologi yang sudah dipatenkan berupa “floating foundations” atau pondasi mengambang yang dibuat oleh inti busa (foam core) yang terbungkus dalam beton dengan kabel baja yang mengamankannya. Pondasi dibuat pada lahan kering dan ketika air datang, pondasi akan meregang dan melepaskan diri dari pilarnya dan mengapung ke atas sehingga menjadi rumah yang mengapung.

Maka dari itu, bangunan ini disebut juga Rumah Amfibi karena dapat “hidup” di dua dunia, yaitu air dan daratan(4).

Keuntungan dari konstruksi floating city ini adalah tidak harus dibangun dilokasi utama karena dapat bergerak bilamana air meluap. Tentu saja cuaca tidak mempengaruhi pembuatannya sehingga lebih cepat, mudah dan murah untuk dibangun ketimbang rumah permanen yang dibangun di daratan (5).

Floating city merupakan dedikasi Koen untuk bersahabat dengan air, terhadap negaranya yang selama ribuan tahun telah menjalin hubungan intim dengan air, negara yang sudah berkompromi, bekerja sama dan mengakrabi air lebih dari negara manapun.

Ah iya, Bukankan Konsep Floating city ini sebenarnya dapat sangat berpotensi diterapkan di Indonesia ? di wilayah rawan banjir atau di sekitar sungai-sungai yang rawan meluap dan menimbulkan banjir di Indonesia. Tapi kapan ya kira-kira ?

Referensi :
(1) http://www.hollandtrade.com/media/hollandtrade-publications/made-in-holland/pdf/2014_05_water_A4_lowres.pdf
(2) http://www.eupedia.com/netherlands/trivia.shtml
(3) http://inhabitat.com/blog/2006/08/29/interview-koen-olthius-of-waterstudionl/
(4) http://inhabitat.com/amphibious-houses/
(5) http://www.laislabrand.com/water-architecture-a-chat-with-waterstudio-and-koen-olthuis/
(6) http://www.WaterStudio.nl
Gambar 1. Koen Olthuis bersama konsep floating city (http://assets.inhabitat.com/wp-content/blogs.dir/1/files/2011/04/koen-olthius-537×361.jpg)
Gambar 2. Bangunan dengan konsep Floating city yang dibuat WaterStudio.nl (http://www.waterstudio.nl/projects/33)