736. PERAPIAN TANPA API

Penulis : NUR MUHAMMAD AFIF S.
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Proses pembuatan artikel ini merupakan yang terlama diatara beberapa artikel yang saya buat untuk Holland Writing Competition (HWC). Mengapa demikian?. Lamanya proses pembuatan artikel ini disebabkan oleh pemilihan judul artikel yang membuat saya bingung menentukan elemen atau tema dari artikel ini. Bingung antara memasukkannya kedalam elemen api atau elemen udara. Dan akhirnya saya mencapai keputusan untuk memasukkannya ke dalam elemen api yang semoga saja bukanlah sebuah kesalahan.

Ide artikel ini muncul setelah saya menemukan sebuah berita di internet yang membahas tentang e-radiator. Sebelum membahas lebih jauh lagi tantang apa itu e-radiator, alangkah baiknya jika kita cermati terlebih dahulu beberapa penjelasan berikut inie. E-radiator ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan asal Belanda bernama Eneco. Mengapa dikembangkan di Belanda? Karena Belanda merupakan salah satu negara yang terletak di benua Eropa yang merupakan benua beriklim sub-tropis yang artinya di Belanda ini memiliki iklim yang cenderung lebih dingin dibandingkan dengan di Indonesia.

Belanda memiliki iklim dingin, sejuk, dan berkabut. Saat musim dingin di Belanda pasti akan tertutup salju dan kemarau yang tidak terlalu panas. Langit di Belanda cenderung sering berawan saat musim dingin dan menimbulkan kabut. Temperatur rata-rata di Belanda pada saat musim panas di bulan Juli antara 60 sampai 65o F (16 sampai 18o C) dan di musim dingin pada pada bulan akhir tahun bersuhu sekitar 30o F (-1o C), namun jarang sekali terjadi suhu ekstrim. Rata-rata besarnya hujan di Belanda adalah 31 inci (atau 790 mm) dengan hanya 25 hari cerah dalam setahun. Nilai rata-rata hujan ini biasanya akan lebih tinggi saat musim panas pada bulan agustus dan pada musim gugur dan akan menurun pada saat musim semi. Kondisi cuaca yang demikian disebabkan oleh letak Belanda yang berada antara pusat area yang bertekanan udara tinggi di Azores dan pusat area yang bertekanan udara rendah di Islandia. Hal ini menjadikan Belanda sebagai area tubrukan udara hangat dan udara dingin kutub yang menyebabkan Belanda memiliki cuaca yang tak menentu.

Kondisi cuaca yang sangat dingin dan basah tersebut mengharuskan orang-orang belanda memiliki sebuah perapian sebagai alat untuk menghangatkan suhu di dalam rumah mereka. Dapat dikatakan jika perapian merupakan cikal bakal kemunculan radiator. Perapian merupakan tungku besar tempat membakar kayu untuk menghangatkan ruangan. Sama seperti tungku pada umumnya kita cukup membakar kayu kering yang ditumpuk ke dalam perapian untuk menghangatkan suhu ruangan.

image001
Gambar 1. Ruangan dengan perapian sebagai penghangat ruangan.

Namun yang menjadi masalah adalah perapian memiliki banyak sekali kekurangan, diantaranya adalah tidak ramah lingkungan dan cenderung menghabiskan ruangan karena ukurannya yang cukup besar. Karena banyaknya kekurangan inilah yang menyebabkan manusia berpikir untuk menciptakan sebuah perapian yang efisien dan ramah lingkungan. Kemudian pada tahun 1855 seorang pengusaha berkebangsaan Rusia bernama Franz San Galli menciptakan sebuah radiator yang digunakan untuk penghagat ruangan sebagai pengganti dari perapian tradisional.

image002

image003
Gambar 2. Franz San Galli dan radiator ciptaannya

Radiator ini bekerja dengan memindahkan energi termal atau panas dari sumbernya ke dalam ruangan. Penemuan ini merupakan sebuah kemajuan dalam teknologi penghangat ruangan. Hingga saat ini teknologi radiator ini masih terus digunakan dan terus mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan yang cukup ekstrim dari teknologi radiator ini adalah e-radiator. Telah disebutkan sebelumnya bahwa kita akan membahas tentang e-radiator. Namun apa itu e-radiator merupakan pengembangan terbaru dari teknologi radiator. Pengembangan tersebut paling mencolok terlihat dari sumber energi panas yang digunakan e-radiator ini. Pada umumnya radiator menggunakan uap dan gas sebagai sumber energi panasnya. Maka e-radiator tidaklah menggunakan sumber-sumber panas tersebut. e-radiator menggunakan sumber energi panas yang berasal dari server komputer.

Eneco, begitu nama perusahaan Belanda itu, memiliki lebih dari dua juta pelanggan. Eneco telah berjabat tangan dengan sebuah startup bernama Nerdalize untuk meng-instal ‘e-Radiator’ di rumah-rumah pelanggannya yang terhubung ke server-server komputer untuk menghasilkan panas. athijs de Meijer (Co-founder and CTO, Nerdalize) mengungkapkan ide pemanas ruangan ini muncul ketika ia dan salah satu dari tiga co-founder lainnya tinggal bersama saat belajar ilmu komputer di Delft, Belanda. Saat merenovasi rumah, mereka merusak thermostat. Padahal ketika itu musim dingin dan suhu dengan cepat turun. Ketika itulah mereka terpikir untuk menggunakan laptopnya untuk memberikan kehangatan. Ini dengan cepat berkembang menjadi memanaskan seluruh rumah dengan komputer. Mereka kemudian melakukan riset untuk mengembangkan idenya. Bisnis pun dibentuk dengan co-founder lainnya. Nerdalize mendapatkan pendanaan dari kampanye crowdfunding symbid.com.

Teknologi yang diterapkan Nerdalize didasakan pada sistem pendinginan yang menciptakan air panas dengan suhu 50 – 60 derajat Celcius dari panas yang dihasilkan oleh CPU-CPU yang powerful. Sistem ini sepenuhnya pasif sehingga tidak bersuara dan overhead pendinginannya sangat kecil.

image004
Gambar 3. e-radiator

Inovasi terbaru dari teknologi radiator penghangat ruangan ini merupakan salah satu inovasi yang dapat membantu maasyrakat menekan biaya untuk menhangatkan rumah meraka dan mampu untuk mengkampanyekan teknologi ramah lingkungan. Mungkin dari penjelesan-penjelasan diatas, saya telah dapat sedikit membuktikan bahwa perapian tanpa api memang benar adanya.

DAFTAR PUSTAKA
- World Book Inc..2007. World Book N.O.. Chicago.
- Safra, Jacob E. dan Jorge Aguilar-Cauz. 2010. The New Encyclopedia Britannica. Volume 14. Chicago: Encyclopedia Britannica, Inc.
- Anonim. 2015. Belanda Ujicoba E-Radiator di Rumah-rumah. http://www.pcplus.co.id/2015/03/berita-teknologi/belanda-ujicoba-e-radiator-di-rumah-rumah/. Diakses pada tanggal 20-April-2015.

DAFTAR GAMBAR
- Gambar 1: http://image.google.com/
- Gambar 2: http://image.google.com/
- Gambar 2: http://www.pcplus.co.id/2015/03/berita-teknologi/belanda-ujicoba-e-radiator-di-rumah-rumah/