737. Hanya di Belanda: Merokok, No! Bersepeda, Yes!

Penulis : NUR LAILA LUBIS
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Di ruang kerja? Ada asap rokok!
Di angkutan umum? Ada asap rokok!
Di kantin sekolah? Ada asap rokok!
Di rumah makan? Ada asap rokok!
Di pusat perbelanjaan? Ada asap rokok!

Bosan dengan asap rokok?
Sering mual karena menghirup asap rokok?
Batuk-batuk karena duduk di samping orang merokok?

STOP!!!

Jangan senang dulu! Yang stop semua hal di atas itu adalah di Belanda!

Ya, per 10 Oktober 2014 Pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan tentang larangan merokok di ruang-ruang publik dalam bisnis hospitality, seperti hotel, restoran, cafe, bar, dll. Peraturan ini merupakan peraturan tentang larangan merokok yang diperbaharui kembali setelah sebelumnya terdapat pengecualian bagi bar dengan ukuran kecil maupun tanpa pegawai. Peraturan tersebut melengkapi larangan merokok di dalam ruang publik sebelumnya, seperti kantor pemerintah, kantor swasta, sekolah, transportasi umum, dll.

image002
Salah satu tanda “Dilarang Merokok” di Amsterdam, Belanda

Dalam mengurangi beredarnya asap rokok, Pemerintah Belanda tidak tanggung-tanggung! Berbagai kebijakan dilakukan yang mungkin membuat sebagian besar pengusaha harus bekerja ekstra. Bagi para pemilik bisnis hospitality, misalnya, pemilik dilarang menyediakan asbak karena dianggap sebagai undangan untuk merokok, tanda “Dilarang Merokok” harus ditempel di pintu masuk dan di dalam ruangan, bila tamu tetap merokok harus diperingatkan.

image003
Tanda “Dilarang Merokok” dalam sebuah bar di Amsterdam

Larangan merokok di berbagai ruang publik ini sebenarnya bukan barang baru di Belanda karena Tobacco Act, sebuah undang-undang tentang larangan merokok sudah ada sejak 1990, yang kemudian diamandemen pada 2002. Pada 2004, larangan merokok dimulai di bangunan kantor pemerintah dan swasta, serta transportasi publik. Kemudian 1 Juli 2008 merupakan tahun yang penting untuk pasar tembakau di Belanda karena larangan merokok diperluas ke restoran dan cafe, yang menyusul pada 1 Juli 2009, hotel dan catering juga masuk dalam area “Dilarang Merokok”.
Dengan diketatkannya Tobacco Act 2002, Pemerintah Belanda tidak mengijinkan adanya iklan rokok, tidak diperbolehkannya supermarket menempatkan rokok pada rak yang dapat terlihat, ditingkatkannya usia minimal pembeli rokok menjadi 18 tahun, serta dinaikkannya pajak rokok. Khusus untuk batas usia, penjual dapat meminta kartu identitas calon pembeli apabila terlihat di bawah usia 25 tahun.

image005
Tanda “Dilarang Merokok” di Bandara Schiphol

image007
Tanda “Dilarang Merokok” di Falafel Shop

image009
Tanda “Dilarang Merokok” di pelabuhan Amsterdam

Riset menunjukkan bahwa peraturan tentang larangan merokok di ruang publik ini menguntungkan bagi para perokok pasif. Penelitian gabungan dari Maastricht University, University of Edinburgh, Hassert University in Belgium, Harvard Medical School and Brigham and Women’s Hospital meneliti 2,5 juta kelahiran dan 250 ribu pasien asthma yang datang ke rumah sakit adalah anak-anak. Dr. Jasper Been dari Maastricht University Medical Center, Belanda, menyatakan bahwa hasil penelitian pada anak usia 12 tahun mengungkapkan bahwa larang merokok di ruang publik mambawa dampak baik bagi kesehatan bayi dan anak. Penelitian tersebut juga menemukan terdapat penurunan 5% kelahiran berat bayi rendah saat larangan merokok diberlakukan.

Dengan demikian, Belanda telah mencoba sekuat tenaga untuk menciptakan udara yang lebih baik bagi warganya dengan mengatur larangan merokok di tempat umum. Kebijakan tersebut sebenarnya sudah sejalan dengan kultur bangsa Belanda yang hobi bersepeda. Jumlah sepeda di Negeri Kincir Angin tersebut jauh melebihi penduduknya sendiri. Jumlah sepeda di Belanda mencapai 18 juta unit, sementara jumlah penduduknya hanya sekitar 16,4 juta orang.

image011
Di Belanda, memiliki banyak anak bukan halangan untuk bersepeda

Di Belanda, 27 persen aktivitas bepergian menggunakan sepeda, dan 25 persen orang pergi ke kantor dengan bersepeda. Rata-rata penggunaan sepeda per orang sejauh 2,5 km. Belanda memiliki 400 km jalur sepeda dan sekitar 40 persen transportasi komuter dikuasai oleh sepeda. Belanda mengembangkan rute sepeda tematik sejauh 20-50 km, seperti Molenroute (rute kincir angin) dan Pontjesroute (rute feri). Kota Utrecht di Belanda dinobatkan sebagai pemilik parkir sepeda terbanyak di dunia dengan jumlah lebih dari 12.500 lahan parkir sepeda.

Wow! Udara tanpa asap rokok dan bersepeda tanpa asap knalpot pasti membuat betah kita yang cinta kesehatan. Seperti slogan Men Sana in Corpore Sano (di dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang kuat), begitu pula yang diharapkan bangsa Belanda! Dan tentunya ini menginspirasi kita semua!

Sumber:

http://www.agefotostock.com/en/Stock-Images/Rights-Managed/RDC-ad-189450

http://www.government.nl/issues/smoking/discouraging-smoking

http://www.government.nl/issues/smoking/smoking-ban-in-enclosed-public-spaces-the-hospitality-sector-and-at-work

http://flickrhivemind.net/Tags/amsterdam,nosmoking/Interesting

http://www.iol.co.za/dailynews/lifestyle/snag-in-dutch-no-smoking-drive-1.1198908#.VT4E8tKeDGc

http://www.itcproject.org/countries/netherlands

http://hollandtour.org/restrictions-smoking.html

https://tobaccocontrolresearch.wordpress.com/category/tobacco-control-in-the-netherlands/

https://www.google.co.id/search?q=smoke+ban+in+office+building+in+netherlands&biw=1440&bih=799&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=HAI-VePlDYvhuQSpuoCYDw&ved=0CAYQ_AUoAQ#tbm=isch&q=no+smoking+signs+in+the+netherlands