738. HIFI – Pemburu Molekul Air di Luar Angkasa Kebanggaan Belanda

Penulis : Angelia Yulita
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Adakah kehidupan lain di luar angkasa? Satu pertanyaan sederhana yang memenuhi benak manusia sejak dahulu kala. Pencarian jawaban dari pertanyaan ini pun kemudian menjelma menjadi misi dari seluruh agensi penjelajahan luar angkasa di seluruh dunia. Diantara jutaan planet yang kini diketahui, para ilmuwan meyakini bahwa adanya kehidupan di salah satu planet tersebut sangatlah memungkinkan1. Satu indikator universal yang digunakan sebagai tanda adanya kehidupan, maupun sebagai tanda potensi munculnya kehidupan, adalah air.

Penemuan adanya air di luar bumi selalu menjadi berita yang menghebohkan dunia. Berbagai teknologi pun dikembangkan demi tercapainya keakuratan dalam mendeteksi molekul kehidupan tersebut. Teleskop dibangun secanggih dan seakurat mungkin, berbagai robot penjelajah dikirim ke luar angkasa, satelit dengan kejernihan optik yang tinggi dikirim untuk mengambil foto berbagai benda angkasa. Namun nyatanya, diantara usaha tersebut, belum diperoleh data yang akurat sehingga tidak sedikit para ahli yang skeptis terhadap penemuan air yang selama ini dilaporkan. Kebutuhan akan alat pendeteksi molekul yang tingkat akurasi dan presisinya tidak lagi diragukan, mengantar pada diluncurkannya HIFI pada tahun 2008.

HIFI atau Heterodyne Instrument for the Far Infrared merupakan spektrometer (pengukur gelombang) pendeteksi gelombang infrared yang ditransmisikan secara unik oleh molekul yang berbeda-beda. Dapat dikatakan bahwa perbedaan besar dan intensitas pancaran gelombang infrared merupakan identitas bagi setiap molekul. HIFI mendeteksi perbedaan tersebut sehingga dapat diketahui molekul apa saja yang terlibat dalam berbagai peristiwa kosmis. Salah satunya adalah keterlibatan air dalam proses kelahiran dan kematian bintang, atau dalam pembentukan planet. HIFI adalah instrumen tercanggih di kelasnya dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Instrumen ini diluncurkan pertama kali tahun 2008 dan mengudara ke luar angkasa bersama dengan teleskop Herschel milik ESA (European Space Agency) pada tahun 2009 (Gambar 1 dan 2). Bersama dengan HIFI, teleskop tersebut menjadi teleskop terhandal di dunia untuk mengeksplorasi luar angkasa.

image002
Gambar 1. Teleskop Herschel (kredit: European Space Agency).

image004
Gambar 2. Teleskop raksasa Herschel kepunyaan European Space Agency (ESA) dengan tiga instrumen utamanya. HIFI, salah satu dari instrumen tersebut ditunjukkan dengan warna cokelat (kredit: European Space Agency).

Terdapat 13 negara yang terlibat dalam proses pembuatan HIFI: Belanda, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Irlandia, Italia, Polandia, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Taiwan3. Diantara para ilmuwan brilian yang terlibat, ilmuwan Belanda-lah yang memimpin dan menyediakan desain dasar sehingga memungkinkan terealisasinya instrumen ini. Oleh karenanya, HIFI selanjutnya dikenal pula sebagai the Dutch molecule hunter4.

Hingga kini, sejak peluncurannya ke angkasa tahun 2009, HIFI telah menyumbang data baru yang belum pernah berhasil didapat sebelumnya. Salah satu prestasi besar yang menarik perhatian dunia adalah ketika instrumen ini turut serta dalam misi Rosetta yang berhasil mendaratkan sebuah pengintai ke badan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko pada 12 November 2014 lalu. Beberapa hari sejak pendaratan bersejarah ini, HIFI melaporkan adanya air di komet tersebut5. Dunia pun tersentak oleh karena penemuan ini.

Melalui HIFI, dunia telah mengangkat topinya untuk Belanda. Sejarah pun tercatat bagi negeri tersebut akan sumbangannya yang tak ternilai untuk membantu menjawab salah satu misteri terbesar dalam kehidupan. Penemuannya tidak saja memungkinkan kita untuk menjawab keingintahuan mengenai kelahiran alam semesta, namun juga membuka potensi luar biasa lainnya. Katakanlah, kelak manusia dapat memanen air dari luar angkasa untuk memperbaharui air di bumi. Seaneh apapun saat ini kedengarannya, nyatanya HIFI telah memperluas imajinasi manusia dan menambah daftar eksplorasi ilmiah untuk dilakukan.

Lihatlah ke atas, jangan ke bawah. Bertanya-tanyalah! Demikian pesan sang fisikawan fenomenal, Stephen Hawking kepada dunia. Dan di atas sana, di angkasa yang gelap dan penuh misteri, HIFI adalah sepasang mata bagi manusia. Dengannya kita kini tidak hanya melihat, namun juga mampu mencari apa yang sebelumnya tidak mungkin dapat diketahui. Tidaklah berlebihan jika instrumen ini kemudian disebut sebagai salah satu mahakarya teknologi terhebat yang pernah dibuat oleh Belanda4.

Referensi:
1National Aeronautics and Space Administration. Finding Life Beyond Earth is Within Reach. Url: https://www.nasa.gov/content/finding-life-beyond-earth-is-within-reach/#.VT5Sze3Rt0s [Diakses: 27 April 2015].
2de Graauw, T. dkk. The Herschel-Heterodyne Instrument for the Far-Infrared (HIFI): Instrument and Pre-launch Testing. Url: http://herschel.esac.esa.int/Publ/2008/SPIE2008_HIFI_paper.pdf [Diakses: 27 April 2015].
3The Netherlands Organisation for Applied Scientific Research. HIFI Instrument for the Herschel Space Observatory. Url: https://www.tno.nl/en/focus-area/industry/space-scientific-instrumentation/space-science/hifi-instrument-for-the-herschel-space-observatory/ [Diakses: 27 April 2015].
4Netherlands Space Office. Herschel HIFI. Url: http://www.spaceoffice.nl/en/Activities/Science-and-Exploration/239/Herschel-HIFI.html [Diakses: 27 April 2015].
5Netherlands Institute for Space Research. Url: https://www.sron.nl/press-releases-news-754/14-news-items/news/news2/4062-rosetta-and-herschel-hifi-the-search-for-the-origin-of-earth-s-water [Diakses: 27 April 2015].