741. Sand Engine : Building With Nature

Penulis : Ghea Pratama Putri
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Kita semua pasti setuju bahwa air merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama karena air dibutuhkan untuk asupan tubuh. Namun, air juga dapat menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang, misalnya jika terjadi banjir. Mungkin teman-teman yang berdomisili di wilayah Jakarta sudah biasa dengan banjir. Namun, siapa sangka banjir bukan hanya menjadi masalah di negara berkembang seperti Indonesia saja. Negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda pun menganggap masalah banjir sebagai musuh besar negaranya.

Belanda, sebuah negara padat penduduk di Eropa yang seperempat wilayahnya berada dibawah permukaan laut dan 60% warganya hidup di area yang beresiko terkena banjir , telah mengalami bencana banjir terbesar dalam sejarah negaranya yang dikenal dengan sebutan North Sea Flood pada tahun 1953. Dengan jumlah korban meninggal lebih dari 1800 orang, Belanda bangkit dan mempelajari berbagai cara untuk menahan banjir, mulai dari penggunaan tanggul, pembangunan proyek Delta Works yang disebut-sebut sebagai penemuan terbesar dalam penanggulangan banjir, dan Sand Engine (atau dikenal pula dengan nama Sand Motor) yang akan kita bahas lebih dalam.

image001
Sand Engine. http://www.ecoshape.nl/

Teman-teman pasti sering mendengar istilah tanggul dalam ilmu geografi. Ternyata, tanggul pasir merupakan penahan alami yang sangat penting terhadap erosi pantai dan banjir. Sistem penggunaan tanggul dan dinding laut di Belanda disebut-sebut sebagai salah satu inovasi yang terbaik di dunia. Namun saat ini, dimana seluruh dunia sedang memerangi tantangan perubahan iklim, Belanda menciptakan teknik dengan meniru dan memanfaatkan sistem kekuatan alam untuk bertahan dari ancaman air laut. Apakah manusia dapat bekerja berdampingan dengan alam untuk mencegah atau meminimalisir efek banjir? Tentu saja bisa! Belanda menciptakan Sand Engine yang terbentang di sepanjang pesisir pantai Ter Heijde, Delfland. Setiap lima tahun sekali, divisi Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Pemerintah Belanda yang dikenal sebagai Rijkwaterstaat menambah lapisan pasir yang ada di sepanjang pesisir pantai negara Belanda. Hal ini dilakukan karena erosi yang diakibatkan oleh terjangan ombak mengurangi lapisan pasir setiap tahunnya. Penambahan lapisan pasir ini dapat mengatasi masalah erosi tersebut, namun pemerintah Belanda mencari solusi berkelanjutan yang juga prosesnya dirasa lebih alamiah. Berdasarkan masalah itulah pada bulan Maret – November 2011, Rijkswaterstaat yang bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Zuid-Holland memulai proyek pembangunan Sand Engine.

Sand Engine merupakan suatu inovasi proyek percontohan yang bertujuan untuk melindungi daerah pesisir di Belanda. Sand Engine telah menunjukan adanya mega nourishment (penambahan pasir di daerah pesisir pantai), dimana semenanjung penahan air berbentuk kail yang besar dibangun di sepanjang pesisir pantai seluas 128 hektar dan terdiri dari 25 juta m³ pasir, serta merupakan alternatif dari teknik perlindungan daerah pesisir yang biasa dilakukan oleh Belanda yang rutin dilakukan setiap lima tahun sekali. Dengan menggunakan proses alami gelombang laut dan pasang surut, pasir akan terbawa ke daerah pesisir. Karena proses alamiah itulah Sand Engine dikenal bekerja menggunakan prinsip “Building With Nature”. Prinsip kerja ini mengarah pada pengembangan manajemen berkelanjutan zona pesisir secara ekologis yang digabungkan dengan keuntungan ekonomis.

Dengan adanya Sand Engine, mereka tidak perlu lagi menambahkan pasir ke area pantai setiap tahun untuk melindungi daerah pesisir, karena gelombang dan arus laut akan menyapu pasir yang tadinya dibuat menjadi peninsula langsung ke pesisir pantai. Diperkirakan jika proyek Sand Engine berjalan dengan lancar, proses nourishment tidak akan diperlukan lagi sampai dengan dua puluh tahun mendatang, dan tentu saja proyek ini bisa juga diaplikasikan ke belahan dunia lain yang tengah mengalami masalah yang sama. Selain sebagai salah satu cara untuk mencegah banjir, Sand Engine juga berhasil menciptakan ruang tambahan bagi kehidupan flora dan fauna, serta sebagai ruang rekreasi outdoor, terutama untuk kalian yang menggemari kegiatan olahraga kitesurfing.

Bagaimanakah mekanisme Sand Engine ini? Mekanismenya begini: pasir dikeruk dari North Sea dan dibawa ke darat. Kemudian pasir hasil kerukan tersebut ditumpuk di sepanjang pesisir dengan menggunakan saluran pipa. Setelah pasir tersebut terkumpul, ia akan berputar secara perlahan dan alamiah sampai tersebar disepanjang pesisir pantai. Lalu, pasir tersebut pun secara perlahan akan menjadi bagian dari duin-duin (bukit pasir) yang telah ada sebelumnya di pesisir pantai, dan membuat duin itu semakin tinggi dan kokoh. Proses ini akan membentuk pantai alami yang lebih luas dan aman, serta menghasilkan duin yang dapat melindungi warga sekitar dari gelombang jenis apapun dan juga banjir. Rijkwaterstaat mengatakan bahwa dengan Sand Engine, alam akan membawa pasir untuk manusia ke tempat mereka yang seharusnya. Inilah contoh nyata dari prinsip “Building with Nature”.

Membuat sebuah penahan pasir perpendikular berskala besar di garis pantai yang cekung akan mengubah gerakan arus lokal dan gelombang laut, sehingga akan memindahkan pasir dari area Sand Engine ke sepanjang pesisir. Hal ini diharapkan akan memperbesar potensi perlindungan di daerah pesisir. Sand Engine telah dirancang untuk untuk bergerak perlahan ke arah utara, dimana pusatnya merupakan laguna yang nantinya akan terisi pasir oleh angin, gelombang, dan arus laut. Penahan pasir yang bergerak ini telah menyebabkan habitat alam di daerah sekitarnya berubah secara drastis. Saat ini, area Sand Engine telah menjadi rumah bagi burung dan juga anjing laut yang hidup di sekitarnya.

Belanda telah diakui sebagai pionir dalam manajemen dan pengendalian banjir. Saat ini, peneliti Belanda sedang meneliti kemungkinan pembuatan Zandmotor di Inggris Raya. Selain itu, selagi peninsula buatan ini dibangun, sudah banyak peneliti dari luar Belanda yang telah tertarik untuk mengadopsi sistem ini. Permintaan untuk studi Sand Engine datang dari Inggris, Peru, Swedia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan bahkan Indonesia. Dengan kesuksesan pembangunan Sand Engine yang memberi banyak manfaat, baik sebagai penahan banjir maupun sarana rekreasi masyarakat sekitar, memang ada baiknya jika Indonesia juga menerapkan sistem tersebut di daerah sekitar Jakarta yang sering terkena banjir dan masyarakat sekitar pun akan lebih senang dengan adanya sarana rekreasi baru.