742. Garden City

Penulis : YANNISSA MIFTAH RAHMADIYANTI
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Garden City merupakan sebuah konsep tata ruang yang dicetuskan oleh Ebenezer Howard melalui buku City of To-morrow (Kesuma,2013: II-3). Dalam buku tersebut Howard menguraikan tentang sebuah konsep penataan ruang yang menggabungkan unsur desa kota yang digambarkan melalui ilustrasi The Three Magnet. Dalam ilustrasi ini, Howard mencoba menjelaskan kelebihan dan kekurangan konsep tata ruang desa (country) dan kota (town), lalu menggabungkan kelebihan kedua konsep dalam sebuah konsep baru yaitu kota-desa (town-country).

Gambar 1. Ilustrasi The Three Magnet
image002
Sumber: Howard, 1902

Lebih lanjut, Howard mengemukakan bagaimana sebuah kota dibangun sesuai dengan konsep Garden City. Kota yang dibangun di atas lahan seluas 6000 acres ini memiliki zonasi yang jelas yaitu Central Park, Crystal Palace, zona hunian, dan zona pelayanan publik. Secara lebih lengkap konsep Garden City ini digambarkan melalui ilustrasi berikut:

Gambar 2. Ilustrasi Garden City Concept
image004

image006
Sumber: Howard, 1902

Di Indonesia, konsep kota taman atau di Belanda disebut Tuinstaad dibawa masuk oleh Belanda pada awal 1900-an bersamaan dengan kebutuhan akan pemukiman yang saat itu sedang digencarkan dengan pembangunan berkonsep Indische Koloniaale Stad atau Kota Kolonial. Pemukiman kolonial di Indonesia merupakan bagian dari undur tanah yang berhasil diinovasi oleh Belanda. Herman Thomas Karsten merupakan arsitek Belanda yang bertanggung jawab dalam pengembangan konsep ini di Indonesia.

Konsep garden city oleh Karsten sedikit berbeda dari konsep yang diperkenalkan oleh Ebenezer Howard. Iklim tropis Indonesia serta penggabungan budaya lokal menyebabkan Karsten membuat beberapa penyesuaian agar konsep tata ruang ini dapat diaplikasikan di Indonesia. Akulturasi ini menciptakan sebuah garden city atau tuinstaad versi Karsten, seperti berikut ini:

Tabel 1. Garden City Concept versi Karsten

2015-05-01_195955
2015-05-01_200007
2015-05-01_200014

Konsep garden city Karsten ini diadopsi di beberapa kota yaitu Menteng dan Gondangdia (Jakarta), Palmelaan (Kupang), Darmo dan Ketabang Boulevard (Surabaya), Candi (Semarang), Bandung Utara, dan Kotabaru (Yogyakarta).

Kotabaru di Yogyakarta merupakan kota berkonsep garden city yang menjadi tolok ukur modernitas pemukiman di Yogyakarta pada masanya, yaitu antara tahun 1920-an. Pembangunan Kotabaru, atau pada masa itu disebut Nieuwe Wijk, dimulai pada 1917 dan selesai pada awal 1920. Kawasan ini dirancang oleh Arch. En. Ing. Bur. Fermont dengan konsep garden city versi Karsten sehingga banyak tumbuhan besar yang ditanam, ruas jalan yang lebar dengan taman di pembatas jalan, rumah-rumah bergaya Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia.

Pola ruang Nieuwe Wijk berbentuk ring (cincin) dan radial konsentris yang terbagi dalam zonasi. Civic center atau pusat/ inti kawasan terletak di Stadion Kridosono yang menjadi muara jalan utama di Nieuwe Wijk. Crystal Palace atau zona fasilitas publik Nieuwe Wijk berupa sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah berada di zona kedua mengelilingi inti kawasan. Mengingat Nieuwe Wijk dibangun sebagai kawasan hunian Belanda, maka zona hunian memiliki porsi paling besar dan mengelilingi zona fasilitas publik. Zona fasilitas servis sendiri terletak di dekat Stasiun Lempuyangan berupa gudang dan pabrik. Zonasi Nieuwe Wijk dapat dilihat dalam gambar berikut ini:

Gambar 6. Zonasi Garden City Nieuwe Wijk
image009
Sumber: data olahan dari http://maps.library.leiden.edu/cgi-bin/

Di Nieuwe Wijk ini juga dibangun beberapa fasilitas pendukung sebuah kota. Berikut ini adalah beberapa fasilitas pendukung yang masih ada hingga saat ini di Nieuwe Wijk:
a. Nieuwe Wijk Katholieke Kerk sekarang Gereja Katolik Kotabaru
image011
Sumber: dokumentasi pribadi, 23 April 2015

b. Gereformeerde Kerk Djogja sekarang Gereja HKBP
image013
Sumber: dokumentasi pribadi, 18 April 2015

c. Noviciaat sekarang Susteran Amal Kasih Darah Mulia
image015
Sumber: dokumentasi pribadi, 23 April 2015

d. Kolese Ignatius
image017
Sumber: dokumentasi pribadi, 19 April 2015

e. Patronella Hospitaal sekarang Rumah Sakit Bethesda
image019
Sumber: dokumentasi pribadi, 19 April 2015

f. Militair Hospitaal sekarang Rumah Sakit DKT Dr. Sutarto
image021
Sumber: dokumentasi pribadi, 19 April 2015

g. Normaal School voor Inlandche Onderwijzeressen sekarang SMP N 5 Yogyakarta
image023
Sumber: dokumentasi pribadi, 19 April 2015

h. Christelijk MULO/ Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs sekarang SMA BOPKRI 1
image025
Sumber: dokumentasi pribadi, 19 April 2015

i. Jalur pedestrian di tengah jalan
image027
Sumber: dokumentasi pribadi, 19 April 2015

j. Listrik dengan menggunakan tugu ANIEM
image029
Sumber: dokumentasi pribadi, 19 April 2015

Referensi:
Howard, Ebenezer. 1902. Garden Cities of To-Morrow. London: Sonnenschein & Co
Kesuma, Yunita. 2013. Karakter Visual Kawasan Kotabaru, Yogyakarta Berdasarkan Konsep Garden City. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Purwanto, Djoko Nugroho. 1997. Pergeseran Fungsi dan Citra Kawasan Kotabaru sebagai Akibat Perkembangan Ruang Kota Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Soekiman, Djoko. 1996. Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa (Abad XVIII sampai Medio Abad XX). Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Wahyu, Harry Trisatya. 2011. Pelestarian dan Pemanfaatan Bangunan Indis di Kawasan Kotabaru. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.