750. Tak selamanya Belanda terkenal karena air, nyatanya hari ini karena tanah

Penulis : Zuh Rohtul Aulia
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Tak selamanya jagung itu direbus, nyatanya hari ini dibakar

Pembaca pasti tahu ini lagu siapa kan? Kalau belum tahu saya kasih tahu lah, ini lagunya Kang Sule yang biasanya di tv. Terus pa ahubungannya sama Writing Contest ini? Ada dooong…. Ayo diganti dulu lirik lagunya..

Tak selamanya Belanda terkenal karena air, nyatanya hari ini karena tanah

Lo kok tanah? Kenapa dengan tanah di Belanda?

Mungkin untuk sebagian orang yang tidak belajar tentang bidang lingkungan ini bisa menjadi suatu pengetahuan baru. Belanda buakan hanya terkenal dengan kelihaiannya dalam mengatur angin dan air yang ada disana. Memang sudah tidak bisa dibantah bahwa kekurangan di Belanda bisa menjadi suatu hal yang disulap menjadi kelebihannya. Tapi kali ini saya akan menghadirkan cerita baru yang jarang diketahui orang tentang tanah disana.

Sebagian besar orang tidak peduli dengan tanah yang selalu dipijaknya. Tidak peduli kalau ternyata tanah juga bisa mengalami kerusakan. Ya, saya akui saya juga begitu acuhnya hingga saya
akhirnya duduk di bangku kuliah. Ternyata kita sekarang tidak hanya krisis energi, atau yang lagi booming sekarang krisis air bersih, tanah juga. Kenapa? Apa sebabnya?
Tanah merupakan tempat hidup semua makhluk hidup, yaitu tumbuhan, hewan dan manusia. Di dalam tanah terkandung nutrisi untuk tanaman bisa tumbuh yang kemudian bisa dimakan oleh manusia dan hewan. Kalau tanah yang seharusnya bernutrisi ini tidak memiliki dan sebaliknya, yang terkandung di dalamnya adalah bahan kimia beracun terus bagaimana? Ya, jawabannya, tumbuhan mati dan hewan juga begitu dan manusia pula. Racun atau senyawa-senyawa berbahaya itu berasal dari limbah ndustri, limbah rumah tangga, sampah-sampah dll.

Lalu, apa peran Belanda dalam hal seperti ini?

Rmediasi. Remediasi adalah salah satu teknik yang sampai sekarang masih banyak digunakan untuk mengolah tanah yang sudah terkontaminasi. Disinilah keunggulan lain dari Negeri Kincir Angin ini. Teknik remediasi adalah pemebersihan tanah tercemar. Teknik ini dibagi menjadi 2 yaitu in situ dan ex situ. In situ, apabila pembersihan dilakukan di tempat yang tercemar sedangkan ex situ ketika tanah yang tercemar diambil dan dibersihkan di daerah lain dengan memompakan suatu pembersih yang dapat mendorong zat pencemar keluar dari tanah.

Lebih lanjut adalah bioremediasi yang memanfaatkan mikroorganisme. Cara ini adalah cara yang paling aman untuk pembersihan tanah terutama di daerah industri. Sebagai seorang mahasiswa Teknik Kimia, saya mempelajari tentang manajemen lingkungan dan teknik bioremediasi adalah teknik yang memang paling aman untuk memulihkan tanah yang tercemar. Bagaimana aplikasi bioremediasi? Seperti pembersihan di industri perminyakan, mikroorganisme tertentu sengaja ditempatkan pada tanah yang tercemar minyak dan kemudian mikroorganisme tersebut akan memakannya sehingga tanah tersebut terbebas dari minyak yang mencemarinya. Mikroorganisme yang memakan minyak itu akan bermetabolisme sehingga yang keluar dari tubuhnya bukan lagi zat berbahaya. Begitulah kuasa Tuhan dalam menciptakan setiap makhluknya. Dan aplikasi teknik remediasi ini pertama kali dilakukan oleh Belanda. Pada tahun 2009, sekitar 2000 lokasi di Belanda diaplikasikan teknik remediasi ini.

Selain dengan teknik remediasi cara preventiv untuk merawat tanah adalah merecycle semua sampah yang bisa direcycle sehingga tidak ada atau sedikit adanya penumpukan sampah atau yang lebih sering disebut dengan landfill yang dapat merusak tanah. 85% sampah di Belanda direcycle sehingga sangat sedikit landfill di negara ini. Negara ini memeiliki nilai recycle terbanyak di eropa.
Tidak hanya bisa mengobati tetapi juga bisa mencegah, itulah sifat positif dari negeri ini yang harus kita contoh. Mari kita semangat menjaga bumi kita!

http://hollandtrade.com/media/news/?bstnum=4961

http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_tanah