751. BELANDA DAN INOVASI: SINAR MATAHARI UNTUK PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN

Penulis : NURVITA MASLIAH
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Apa yang terpikirkan saat menyebut kata Belanda?

Jawaban bisa beragam tergantung siapa yang ditanya. Anak SD yang baru belajar sejarah mungkin akan terpikir kata ‘Penjajah’. Yang senang jalan-jalan bisa jadi menjawab Kincir Angin, Tulip dan Sepatu Kayu. Mahasiswa bisa jadi menjawan Bendungan, Sepeda, Neso karena kepikiran mencari beasiswa. Bukan tidak mungkin pula para pembaca novel akan menjawab Negeri Van Oranje ( Iyah, novel fenaomenal itu loh..) dan masih banyak alternatif jawaban lainnya.

Dari sekian banyak hal yang menjadi top of mind seseorang dari kata ‘ Belanda ‘ seorang teman saya yang meraih master dan doktornya di Delft University bilang Belanda adalah Inovasi. “Di Belanda, dosen-dosen itu nanyaaaa.. melulu,”katanya. Bukannya tanpa alasan, sebuah jawaban akan menjadi sumber pertanyaan berikut yang menstimulasi untuk membangun ide dan gagasan baru. Dari sinilah munculah inovasi-inovasi yang menghantarkan Belanda di posisi enam European Innovation Index diantara negara-negara di Eropa dan di posisi ke lima Global Innovation Index di seluruh dunia pada tahun 2014.

Belanda memang tidak main-main dalam hal Inovasi. Bagi Belanda ini adalah landasan bagi perekonomian dan masyarakat mereka di masa kini dan yang akan datang untuk kepentingan generasi berikutnya. Jika melihat sepak terjang inovasi tekhnologinya , Belanda tampaknya sangat berambisi. Pemerintah bersama pihak swasta, industri, akademisi, lembaga penelitian dan konsorsium publik bahu membahu menciptakan inovasi-inovasi baru di segala bidang. Satu hal yang menarik bagi saya adalah inovasi tersebut harus menjadikan Belanda dan bumi menjadi lebih baik.

Bagaimana caranya?

Salah satu hal yang menjadi ancaman bagi lingkungan adalah plastik, tidak saja karena sulit didaur ulang namun pada proses pembuatannya dapat menghasilkan limbah kimia yang dapat merusak lingkungan. Pada saat pembuatan plastik ada pada sebuah proses dimana hidroksilasi bereaksi mengubah sikloheksana menjadi sikloheksanol, sebuah molekul perintis untuk bahan nilon. Untuk mengubah sikloheksana tersebut diperlukan atom oksigen dan atom hidrogen yang akan membantu pada proses pembakarannya dengan metode tertentu. Pada proses ini katalis kimia dibutuhkan namun sayang sekali proses ini pula yang menghasilkan limbah kimia yang cukup berat.

Melihat hal tersebut dicarilah berbagai cara paling tidak untuk memimalisir hal tersebut. Dengan mengkombinasikan Bioscience dan Kimia ditemukanlah sebuah inovasi baru dengan mengganti bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk proses penting pembuatan plastik dengan enzym bernama monooxygenases, yang ditemukan di semua organisme hidup. Pada manusia, enzym ini memainkan peran penting dalam mematikan zat beracun dalam liver.

Sesuatu yang berasal dari alam, harusnya kembali ke alam. Dalam pengaktifan enzym Monooxygenases yang memerlukan elektron dipergunakanlah Air dan sinar matahari. Dengan stimulasi yang tepat air dapat berfungsi sebagai donor elektron untuk enzym Monooxygenases. Caranya adalah dengan mengkombinasikan katalis titanium dioksida, senyawa yang ditemukan dalam cat tembok putih, dengan sinar matahari yang akan memisahkan air dan menghasilkan elektron untuk monooxygenases, seperti dalam proses fotosintesis pada daun.

image001
Proses Fotosintesis Dengan Menggunakan Sinar Matahari Diadopsi Dalam Proses Pembuatan Plastik

Sebenarnya penggunaan sinar matahari dalam inovasi tekhnologi di Belanda sudah dikembangkan pada industri Fotovoltaik, sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk mengubah sinar Matahari menjadi listrik, tapi belum ada yang terpikirkan untuk menggunakannya untuk dalam proses pembuatan plastik. Sejauh ini teknik tersebut dianggap cukup menjanjikan karena di Belanda diperlukan cahaya buatan agar reaksi kimia dapat terjadi. Agar didapatkan hasil yang maksimal saat ini penelitian tetap dilanjutkan. Jika inovasi ini berhasil diharapkan akan ada alat yang lebih sederhana kuat dan serbaguna untuk reaksi kimia yang lebih sulit lagi agar dapat membuat industri kimia sedikit lebih ramah lingkungan.

Sebuah jawaban akan menghasilkan sebuah pertanyaan berikutnya. Dan pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan terus memicu Belanda untuk terus menciptakan inovasi-inovasi baru untuk Belanda dan bumi yang lebih baik.

Indonesia, jangan mau kalah ya!

References :
1. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/dutch-no-longer-among-top-european-innovators
2. http://www.holland.com/global/meetings/green-meetings/green-conference-cities/amsterdam.htm
3. http://delta.tudelft.nl/article/turning-sunlight-into-plastics/29622