752. Musim Semi yang Tiba Lebih Awal di Alkmaar

Penulis : Erwindra Rusli
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Saya bisa membayangkan bola yang terus bergulir di atas rumput yang basah oleh salju, seorang pemain mengejarnya, menggiring, kemudian menendang ke arah gawang yang berdiri kokoh di ujung lapangan. Sorak penonton bergemuruh menyambut bola yang merobek jala gawang lawan diikuti oleh pemain yang bergembira merayakannya. Sore itu, tercipta kehangatan di AFAS Stadium melawan udara musim dingin yang melanda Eropa. Kehangatan yang tidak hanya tercipta oleh kesebelasan sepakbola AZ Alkmaar, melainkan juga oleh sebuah rekayasa teknologi.

image002
Pemain AZ Alkmaar bermain bola di tengah hujan salju. (Sumber Gambar)

Adalah Huisvuilcentrale (HVC Groep), sebuah perusahaan pelayanan publik yang memungkinkan sebuah pertandingan sepakbola, khususnya di kota Alkmaar, tetap terselenggara dengan nyaman di tengah udara musim dingin yang menyelimuti bumi Eropa. Perusahaan yang berlandaskan pada konsep ramah lingkungan tersebut menyediakan dua jalur energi untuk menghangatkan udara di setiap sudut AFAS Stadium, markas klub sepakbola AZ Alkmaar. Di mana kedua jalur energi tersebut menerapkan sistem Waste to Energi (WtE) yang bersumber pada satu proses pembakaran sampah.

image004
Huisvuilcentrale di kota Alkmaar. (Sumber Gambar)

Jalur pertama ialah proses pembakaran yang merubah sampah menjadi energi panas atau biasa disebut dengan proses insinerasi. Energi panas yang dihasilkan berupa uap dan air panas dialirkan melalui pipa terisolasi dari pusat pembangkit HVC menuju AFAS Stadium sejauh kurang lebih 2 KM. Uap panas kemudian dimanfaatkan untuk menghangatkan udara di lapangan dan di sekitar komplek stadion ketika sebuah pertandingan sedang berlangsung. Sementara air panas dialirkan menuju kamar mandi stadion yang bisa digunakan oleh pemain maupun suporter.
Air yang telah digunakan di stadion dikembalikan kembali ke pusat pembangkit HVC untuk diproses ulang hingga seterusnya membentuk sebuah siklus energi. Sistem distribusi tersebut dikenal dengan istilah District Heating Network.

image005
Pipa terisolasi untuk saluran air panas. (Sumber Gambar)

Jalur kedua merupakan metode serupa, yang berbeda adalah bentuk energi yang dihasilkan berupa listrik. Energi listrik tersebut dialirkan menuju AFAS Stadium kemudian dimanfaatkan untuk menyalakan pemanas ruangan berupa panel elektronik yang memancarkan radiasi gelombang inframerah. Panel yang dinilai efisien karena murah dan ramah lingkungan tersebut dipasang di atap stadion untuk mencakup area tribun suporter, sehingga mereka dapat mendukung tim kesayangannya dengan nyaman di tengah udara musim dingin yang menusuk.

image006
Stadium Heating di AFAS Stadium. (Sumber Gambar)

Dalam system Waste to Energi yang dianut HVC, sampah yang dibakar adalah sampah yang tidak dapat didaur ulang. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dalam sebuah bunker, dan akan mengalami proses pembakaran dengan suhu antara 850 sampai 1100 derajat Celsius. Residu dari proses tersebut pun masih dapat dimanfaatkan untuk banyak hal lain. Abu sisa pembakaran dapat digunakan sebagai bahan kontruksi jalan raya dan material bangunan. Sementara material berupa logam dapat dijual kembali ke industry olah logam seperti pembuatan panic dan wajan.

Dengan empat mesin insinerasi, sebuah pembangkit energi seperti HVC dapat memproses sekitar 660.000 ton sampah. Proses tersebut dapat membangkitkan 68 MW listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 130.000 penduduk di sebuah kota dan menghasilkan 50 MW panas yang cukup untuk menghangatkan sekitar 16.000 rumah tiap tahunnya. Sekitar separuh dari energi yang dihasilkan merupakan energi berkelanjutan dan berasal dari proses pembakaran biomasa (semisal sampah tumbuhan). Dari proses ini, panas diproduksi tanpa harus membakar gas alam yang mana dapat menghasilkan zat polusi berupa karbon dioksida (CO2) ke udara.

Dalam aplikasinya terhadap sebuah stadion, sistem Waste to Energi telah membantu keberlangsungan kegiatan sepakbola tanpa terbatas pada keadaan cuaca dan tanpa menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Sebuah keluarga dapat menikmati akhir pekan di musim dingin dengan menikmati sebuah pertandingan dengan nyaman.

Bagi seorang pemain pun, keberadaan penghangat di stadion dapat membantu performanya. Sebuah ulasan dari situs Soccer Performance menyebutkan bahwa seorang pemain sepakbola dapat bermain optimal dalam suhu antara 37 hingga 40 derajat Celsius. Dengan bermain dalam suhu tersebut, pesepakbola dapat menghindari kemungkinan cedera lebih besar.

image007
Anak-anak Belanda berlatih sepakbola di musim dingin. (Sumber Gambar)

Dari segi pembinaan sepakbola usia dini, akademi-akademi di Alkmaar dapat melanjutkan kegiatan pendidikannya untuk mencetak bibit pemain bintang kelas internasional. Tidak heran, akademi sepakbola di negeri Belanda terkenal sebagai gudangnya pemain muda berbakat. Dari Johan Cruyf hingga Zlatan Ibrahimovic merupakan produk akademi di negeri kincir angin itu. Bahkan anak muda macam Ron Vlaar lahir dari rahim akademi Alkmaar, kota penghasil keju tradisional itu.

Alkmaar, melalui HVC telah menunjukan bahwa sejatinya teknologi yang dikembangkan oleh peradaban manusia dapatlah berdampingan dengan kelestarian lingkungan hidup. Alkmaar, dengan stadion yang dihidupkan oleh sampah, telah mengajarkan bahwa cita-cita anak manusia, teknologi, dan lingkungan dapat berjalan seiringan dalam satu harmoni.

Di setiap musim dingin kebanyakan daratan Eropa akan tertupi salju dan udara dingin. Namun, dari sudut pandang ini, dari harapan yang dimunculkan oleh kemajuan teknologi, rasanya musim semi akan tiba lebih awal di Alkmaar.

image008
AFAS Stadium, markas tim sepakbola AZ Alkmaar. (Sumber Gambar)

Referensi:
1. http://www.cewep.eu/news/newsfromcewepmembers/m_638
2. http://www.cewep.eu/m_1040
3. http://www.schwank.de/fileadmin/00_customer/co.uk/pdf/Brochures/Stadium_Heating_Schwank.pdf
4. http://www.engr.usask.ca/classes/BLE/482/Misc%20Info/waste%20to%20energy.pdf
5. http://www.tedcor.co.za/services/waste_to_energy/
6. http://conference.sgc.se/ckfinder/userfiles/files/2_1_%20J-P_%20Born,%20HVC-group.pdf
7. http://www.soccerperformance.org/specialtopics/temperature.htm
8. https://www.az.nl/en/stadium/facts-and-figures
9. http://www.districtenergy.org/what-is-district-energy/
10. http://www.sport1.nl/nieuws/86989-az-verteert-winter-beter-dan-dordrecht.html
11. http://www.knvb.nl/competities/amateurvoetbal/pupillen