753. PEMANFAATAN CAHAYA MATAHARI DI BELANDA

Penulis : HERU PURNOMO
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Krisis Energi
Secara umum sumber energi dikategorikan menjadi dua bagian yaitu non-renewable energy dan renewable energy. Sumber energi fosil adalah termasuk kelompok yang pertama dan sebagian besar aktivitas di dunia ini menggunakan energi konvensional ini. (Faisal, 2008).

Energi merupakan kebutuhan utama sepanjang peradaban umat manusia. Peningkatan kebutuhan energi dapat menjadi indikator peningkatan kemakmuran, namun pada saat yang sama menimbulkan masalah dalam usaha penyediaannya. Dengan kian menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia, pemanfaatan energi alternatif nonfosil harus ditingkatkan. Ada beberapa energi alam sebagai energi alternatif yang bersih, tidak berpolusi, aman dan persediaannya tidak terbatas yang dikenal dengan energi terbarukan (Bachtiar, 2006).

Menurut Said (2010), segala sesuatu di dunia ini sangat bergantung kepada energi dan tiap hari kita selalu berhubungan dengannya. Energi merupakan pengatur segala benda, tata nilai, dan aktivitas manusia dan alam. Kenyataan ini sebenarnya telah disadari oleh para ilmuwan, tetapi dalam beberapa tahun belakangan ini masalah energi telah menjadi agenda penting dalam krisis energi dunia.

image002

Solusinya adalah dengan menggunakan energi baru pengganti minyak bumi, seperti dikatakan oleh Canton (2006) bahwa berbagai sumber energi baru saat ini sudah lahir dan akan menjadi pilihan produktif di masa depan. Di antara sumber ini ada yang berkemungkinan besar menjadi pengganti paling baik bagi energi yang bergantung pada minyak bumi.

Solar Cell
Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat diandalkan sebagai sumber energi karena memiliki beberapa keunggulan yang lebih dari sumber energi lain. Selain energi surya tidak pernah habis, tersedia secara gratis (sangat ekonomis), sistem teknologinya tidak memerlukan perawatan yang rumit dan energi surya juga tidak polusif (ramah lingkungan). Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini terjadi bencana Internasional dimana terjadinya efek ramah kaca (green house effect) di bumi akibat dari penipisan lapisan ozon yang salah satu akibat dari proses pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan gas CO2, di mana gas tersebut juga mencemari udara yang dapat mengganggu pernafasan makhluk hiduo yang ada di muka bumi ini (Lubis, 2004). Energi matahari merupakan sumber nergi panas terbesar yang telah banyak dimanfaatkan manusia, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun indsutri. Tanaman dan hewan pun membutuhkan energi matahri untuk pertumbuhannya. Energi matahari bersifat paten dan pemanfaatannya (Wahyuni, 2011).

Energi yang dipancarkan oleh cahaya matahari hanya diterima oleh permukaan bumi sebesar 69% dari total energi yang dipancarkan. Persediaan energi matahari yang diterima oleh permukaan bumi dapat mencapai 0,5 miliar energi atau sekitar 1.3 x 1017 Watt. Energi matahari yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik dengan komponen sel surya (Olson et al. cit. Wahyuni, 2014). Teknologi pengolah cahaya matahari menjadi energy listrik sudah ada, yaitu solar cell.

Solar Cell adalah salah satu jenis sensor cahaya photovoltaic, yaitu sensor yang dapat mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan tegangan pada outputnya. Apabila solar cell menerima pancaran cahaya maka pada kedua terminal outputnya akan keluar tegangan DC sebesar 0,5 volt hingga 0,5 volt. Dalam aplikasinya solar cell lebih sering digunakan sebagai pembangkit listrik DC tenaga surya (matahari). Dalam skala kecil solar cell sering kita jumpai sebagai sumber tegangan DC pada peralatan elektronika seperti kalkulator atau jam (Anonim 1, 2012). Salah satu negara maju yang sudha menggunakan solar cell adalah Belanda.

Belanda merupakan salah satu negara yang ramah terhadap pengguna sepeda dengan jalur sepeda sepanjang 21.748 km yang terbagi dalam setiap sudut kota. Kini negara ini membuat inovasi dengan membangun jalur sepeda yang memiliki solar cell di dalamnya, atau disebut SolaRoad. Proyek ini dimulai dengan membangun jalur sel surya sepanjang 70 m, dan ini menjadi jalur sepeda pertama yang menyematkan teknologi tersebut (Anonim 4, 2015).

Perusahaan ImTech akan membangun jalan dengan solar cell untuk jalur sepeda di Belanda. menghubungkan provinsi Noord Hooland, Ooms Civiel di daerah Krommwnie. Jalur tersebut dibuka untuk umum pada 12 November 2014. Jalan SolaRoad adalah jalan percontohan yang dibangun 2 jalur, menghabiskan dana 3,7 juta. Salah satu jalur mengunakan penahan beton prefabrikasi dan terhubung ke jaringan listrik nasional. Satu jalur dengan lebar 2,5 dari 3,5 meter jalan mengunakan campuran antara solar cell (Anonim 2, 2014).

image004

Sebenarnya SolaRoad telah dikerjakan sejak 2009. Pembangkit listrik ini dibuat dengan melekatkan kristal silikon sel surya pada beton dan dilapisi kaca tempered setebal 1 cm. dengan posisi sedikit miring kesetiap sisi (seperti aspal pada umumnya) akan membuat permukaan jalur sepeda tetap bersih jika terkena air hujan. Jalur sel surya ini akan diperpanjang menjadi 100 m pada 2016, sehingga akan menambah daya listrik yang dihasilkan. Pihak pembuatnya mengklaim bahwa hingga 20% dari 140.000 km total jalan di Belanda mungkin bisa diadaptasi menjadi SolaRoad. Namun karena penempatannya pada jalur sepeda, maka tenaga yang didapat hanya 30% lebih sedikit daripada solar cell yang ditempatkan pada atap rumah. SolaRoad dapat difungsikan untuk daya pada traffic lights, komponen pemanas salju, dan beberapa koridornya dapat digunakan untuk jalur fiber optic (Anonim 4, 2015).

image005

Sedangkan untuk atap rumah, telah digunakan solar cell berbentuk genteng. Disainer dari Belanda Ruben Beijer dari perusahaan Stafier Holland BV datang membawa rancangan solar cell seperti genteng rumah. Terlihat mulus seperti atap rumah biasa, hanya berbeda pada pelapis utuh di solar cell yang lebih lebar. Sejak 2001, perusahaan Stafier Holland telah mengembangkan beberapa disain solar cell baru berbentuk atap rumah. Kendala pemasangan panel surya di atap rumah biasanya harus ditumpuk diatas genteng. Bila atap rumah terlalu miring, akan menyulitkan pemasangan panel surya. Dengan desain genteng, disainer hanya perlu memasangkan solar cell langsung di bagian genteng. Tidak merubah struktur bangunan yang ada.

Desain solar cell tersebut mendapatkan penghargaan Best Red Dot Design Award pada tahun 2013 (Anonim 3, 2014).

image006

DAFTAR PUSTAKA
Anonim 1. 2012. Solar Cell. http://elektronika-dasar.web.id/komponen/sensor-tranducer/solar-cell/. Diakses tanggal 27 April 2015.
Anonim 2. 2014. Belanda Bangun Jalur Sepeda dengan Alnati Solar Cell. http://www.goesbike.com/articles/3073/1/Belanda-bangun-jalur-sepeda-dengan-lantai-solar-cell.html#.VT22tPBUAZx. Diakses tanggal 27 April 2015.
Anonim 3. 2014. Solar cell berbentuk genteng rumah dari Stafier. http://obengplus.com/articles/4512/1/Solar-cell-berbentuk-genteng-rumah-dari-Stafier.html#.VT213PBUAZx. Diakses tanggal 27 April 2015.
Anonim 4. 2015. Belanda Membangun Jalur Sepeda Berteknologi Sel Surya. http://bikestreak.com/belanda-membangun-jalur-sepeda-berteknologi-sel-surya/. Diakses tanggal 27 April 2015.
Bachtiar, M. 2006. Prosedur Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Perumahan (Solar Home System). Jurnal SMARTEK Vol. 4 No. 3 : 176 – 182.
Canton, J. 2009. The Estreme Future : 10 Tren Utama yang Mmebentuk Dunia 20 Tahun ke Depan. Terjemah The Esxtreme Future : The Top TrendsThat Will Reshape The World in the Next 20 Years. Pustaka Alvabet. Jakarta.
Faisal, A. F. 2008. Analisa Daya dan Heat Stres pada Metode Efisiensi Sel Surya Sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan. Tesis. Sekolah PascaSarjana. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Lubis, Z. 2004. Perbandingan Pemanas Air Surya Konvensional dengan Pemanas Air Surya Komersial. Jurnal Teknik SIMETRIKA Vol.3 No.3 : 249-253
Said, A. 2010. Hidup Sukses Cara Sains. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.
Wahyuni, E. S. 2014. Simulasi Kinerja Sel Surya 4-Junction AL0.3GA0.7AS/GAAS/INP/GE dengan Pembatasan Daerah Serapan Radiasi Matahari. Skripisi. Departemen Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wahyuni, S. 2011. Menghasilkan Biogas dari Aneka Limbah. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

SUMBER GAMBAR
Gambar 1. Krisis Energi

http://feidra.files.wordpress.com/2011/02/krisis-energi.jpg

Gambar 2. Colar Cell

http://imgkid.com/solar-cell-panel.shtml

Gambar 3. How Solar Cell Work

http://home.howstuffworks.com/solar-light2.htm

Gambar 4, Pemasangan SolaRoad

http://bikestreak.com/belanda-membangun-jalur-sepeda-berteknologi-sel-surya/

Gambar 5. SolaRoad

http://www.goesbike.com/articles/3073/1/Belanda-bangun-jalur-sepeda-dengan-lantai-solar-cell.html#.VT22tPBUAZx

Gambar 6. Solar Cell Berbentuk Genteng

http://obengplus.com/articles/4512/1/Solar-cell-berbentuk-genteng-rumah-dari-Stafier.html#.VT213PBUAZx