762. “Dispenser” Rintik-Rintik

Penulis : MUTTIARA SISWOYO PUTRI
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Fakta :
- Kurang dari 1% total sumber air di dunia yang dapat diminum
- Penggunaan air yang dapat minum bertambah seiring 50 tahun terakhir dan lebih dari 500% dari itu disebabkan oleh aktivitas pertanian
- Setengah populasi dari negara-negara berkembang di dunia, hidup dalam krisis air bersih
- Lebih dari 2 milyar orang tidak memiliki akses untuk mendapatkan air bersih yang cukup
- Setiap jam, 240 anak-anak meninggal dunia, karena kekurangan air bersih yang berkualitas, sebagaimana haknya

Sungguh miris memang fakta-fakta diatas. Dimana, pada era kemajuan yang pesat dalam berbagai hal, masih saja ada masalah-masalah yang seharusnya dapat diatasi sejak lama. Dengan kata lain, sudah bukan eranya lagi permasalahan lingkungan yang sebenarnya lebih mudah ditangani dibanding dengan permasalahan teknologi yang merebak sekarang. Melihat ironi tersebut, sebuah perusahaan Belanda membuat sebuah produk inovatif.

Dasar produk inovatif tersebut adalah pengumpulan air, dengan cara memanfaatkan kekuatan angin untuk mengambil uap air dari udara. Perusahaan tersebut menghabiskan dua tahun terakhir untuk memilah-milah mana teknik yang unik dan cocok untuk mengambil air tanpa menggunakan persediaan energi eksternal.

image001

Sudah tertebak bukan, kira-kira apa nama produk tersebut. Produk besutan perusahaan Belanda ini bernama “Dutch Rainmaker” yang berarti pembuat hujan (kepunyaan) Belanda. Dutch Rainmaker ini adalah salah satu hal terpenting bagi Asosiasi Komite Penyuplai Teknologi Lingkungan Eropa (EUCETSA) dalam forum lima tahunannya. Proyek pembuatan produk inipun sudah diprakarsai oleh Ashok Bhalotra, arsitek dari Heerhugowaard’s City of the Sun, dimana menjadi area terbesar yang bebas akan karbon dioksida.

Gerard Schouten pun andil alih dalam proyek pembuatan Dutch Rainmaker. “Energi dibutuhkan untuk memproduksi air yang berasal dari udara. Dengan menggunakan energi angin, sistem kami tidak akan bergantung pada listrik. Turbin angin membuat pompa panas menurunkan suhu udara, seperti sistem kerja AC (pendingin ruangan),” jelas Gerard.

De water producerende molen op het NewtonparkFoto LC/Siep van Lingen

Perusahaan tersebut juga mengembangkan sistem turbin angin untuk mengekstrak air minum dari air asin atau air yang tercemar. “Sistem utamanya adalah menghilangkan zat garam dari air laut, bukannya instalasi penyaring. Bagaimanapun, air sungai juga dapat dibersihkan dengan sistem ini,” jelas Gerard. Energi kincir angin pun juga dikerahkan dalam sistem ini, karena kincir angin berukuran mega yang ada di Belanda memproduksi 7000 liter air per harinya.

Atas keyakinan perusahaan akan ketahanan energi, produk ini dengan perkiraan masa guna dua puluh tahun, mengurangi pengaruh kuat akan produksi air dan pemurnian air dalam lingkungan. Dutch Rainmaker dibuat sesuai dengan prinsip ‘mengayun’ dan bersifat ramah lingkungan, karena tidak adanya limbah dan emisi CO2 yang dihasilkan.

image003

Dengan inovasi-inovasi dan karakteristik Dutch Rainmaker, perusahaan membuat relasi untuk memasarkan produk ini ke berbagai penjuru dunia yang membutuhkan. Termasuk wilayah-wilayah yang sedang menghadapi krisis-krisis lingkungan terutama dalam masalah air minum dan sanitasi air.

Referensi :

http://dutchrainmaker.nl/about/

http://ec.europa.eu/environment/ecoap/about-eco-innovation/good-practices/netherlands/dutch-rainmaker_en.htm

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.wetsalt.nl/imgs/DRM-Jpg-AW.JPG&imgrefurl=http://www.wetsalt.nl/participanten.htm&h=556&w=406&tbnid=V-olWcXv3V9rAM:&zoom=1&docid=2-aCEZYOb2ehnM&ei=isQoVarnKsWGuASolIC4BQ&tbm=isch&client=ms-android-samsung&ved=0CB0QMygCMAI

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://dutchrainmaker.nl/wp-content/uploads/dutch-rainmaker-desert1.jpg&imgrefurl=http://dutchrainmaker.nl/&h=200&w=640&tbnid=tABxtSeL24Y4uM:&zoom=1&docid=efSYvwgzKj_CRM&ei=isQoVarnKsWGuASolIC4BQ&tbm=isch&client=ms-android-samsung&ved=0CBsQMygAMAA