765. Water Purification Technologies, Persembahan Belanda Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Penulis : TITIS ANUGRAHENI
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Air adalah salah satu sumber kehidupan di muka bumi ini. Pernah tidak Anda membayangkan jika seluruh air di bumi ini tercemar oleh kotoran dan limbah? Mungkin yang terjadi adalah, makhluk hidup akan punah satu persatu termasuk manusia. Oleh karena itulah, isu air bersih menjadi catatan penting bagi setiap negara, termasuk Belanda.

Negeri tulip ini termasuk negara maju dan kesadaran masyarakatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga air agar tidak tercemar memang sudah tinggi. Namun seperti pepatah sedia payung sebelum hujan, negeri ini sadar betul betapa pentingnya air bagi kelangsungan hidup rakyatnya. Anda pernah mendengar sebuah tempat bernama Giethoorn? Desa yang terletak di Provinsi Overijssel ini terkenal di seantero dunia karena di sana tidak ada jalan yang lebar dan transportasinya menggunakan perahu di sungai!

image002

Tidak hanya itu, Giethoorn juga dikelilingi oleh sungai dengan air yang bening dan bersih. Banyak wisatawan datang ke sana untuk menikmati keindahannya dan menjadikan sungai sebagai objek wisata. Hal itu tidak akan terjadi jika pengelolaan kebersihan air di negeri kincir angin ini tidak dilakukan dengan baik dan maksimal.

Hal pertama yang membuat salut pada Belanda adalah, di sana terdapat 2000 perusahaan yang bergerak di bidang air. Mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan akses dan kualitas air bersih baik untuk dalam negeri ataupun ke seluruh dunia. Pada tahun 2011 di event international Leading Edge Conference on Water and Wastewater Technologies (LET2011) yang diselenggarakan di Amsterdam, Delft University of Technology (TU Delft) menunjukkan sebuah teknologi yang mereka ciptakan untuk pemurnian air.

Awalnya, TU Delft melakukan penelitian di Hong Kong dengan tema apakah air laut bisa dimanfaatkan untuk keperluan menyiram di toilet. Selain menghemat air bersih, jika teori ini berhasil maka teknologi ini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk skala kecil yaitu rumah tapi juga skala besar seperti hotel dan bandara. Mengingat Hong Kong adalah salah satu kawasan paling padat di Asia Timur, segala hal yang berbau efisiensi memang wajib dilakukan.

Dari sinilah, muncul kembali ide cemerlang yang kemudian diteliti oleh perusahaan bernama Waternet bersama dengan TU Delft. Berawal dari fakta bahwa banyak sekali pengguna toilet yang membuang tisu di dalam lubang pembuangan. Ini menyebabkan penumpukan limbah yang sulit terurai karena tisu adalah man-made alias buatan manusia dan butuh waktu lama untuk bisa hancur seluruhnya.

Perusahaan swasta bernama Waternet telah bermitra dengan TU Delft untuk memulai proyek uji efektivitas pengolahan limbah cair untuk memisahkan selulosa dari kertas toilet. Di sebagian besar wilayah dunia, kertas toilet dibuang bersama dengan air limbah menuju instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Secara teknis, menghancurkan kertas toilet dengan saringan sangat mungkin dilakukan, bahkan dengan aplikasi skala besar, dengan mengombinasikan bioreaktor metana sebagai alternatif tangki akhir. Penelitian awal yang dilakukan oleh Waternet memberi indikasi bahwa tak ada penurunan signifikan dalam sistem saluran pembuangan yang sedang berlangsung. Selain memulihkan bahan baku, inovasi ini akan mengoptimalkan seluruh proses pemurnian air.

Keren banget kan? Belanda membuat sebuah penyelesaian dari suatu masalah dengan mencari penyebab hingga ke akarnya. Tidak hanya berhenti di situ, TU Delft juga membuat teknologi lain yang masih berhubungan dengan air. Apa itu?

Bekerja sama dengan TU Delft, Teknologi SR telah mengembangkan dan memperluas penelitian terkait penggunaan cacing untuk meminimalkan limbah lumpur. Wah keren ya? Bagaimana bisa hewan yang kadang membuat jijik ini membantu untuk pemurnian air dan meminimalisir limbah? Ternyata, salah satu uji coba lapangan di pabrik pengolahan Wetterskip Fryslan di Wolverhampton menunjukkan bagaimana cacing tidak hanya mampu memecah lumpur, tetapi juga mendukung peningkatan fermentasi lumpur.

image004

Nah, Perpaduan degradasi dan fermentasi akan menghasilkan proses paling kuat dan berkelanjutan, dan cocok untuk berbagai jenis pabrik pengolahan yang berbeda. Seperti yang kita semua ketahui, pabrik adalah ‘penyumbang’ limbah di bumi dengan presentase yang besar, ini menjadi perhatian tersendiri bagi TU Delft yang merupakan universitas teknik yang berada di Belanda ini.

Masih dari inovasi yang berasal dari TU Delft, di bidang teknologi pemurnian air, BiAqua, salah satu anak perusahaan TU Delft, telah mengembangkan proses bio-nanoteknologi yang secara selektif menghilangkan fosfat dari air, sehingga mencegah pertumbuhan mikroba. Proses ini akan menghilangkan bahan kimia beracun sesuai dosis yang diperlukan, layaknya teknologi berbasis bahan bio, untuk melawan bahan kimia dan teman-temannya. Proyek lain, bekerja sama dengan Oasen, untuk memisahkan besi dan amonium dari air minum.

Universitas yang berdiri pada tahun 1842 ini menaruh perhatian besar pada terjaganya kualitas air untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Belanda tahu sekali bahwa air adalah sumber kehidupan, terlebih negeri ini berdiri ‘di atas air laut’ sehingga harus benar-benar cermat serta efisien dalam menggunakan air tawar bersih.

Inovasi dan teknologi yang dilakukan oleh Belanda melalui TU Delft ini patut mendapatkan apresiasi dan dijadikan contoh. Indonesia memiliki sumber air bersih yang banyak namun sayang pengelolaan limbah dan air kotornya masih terbatas. Semoga ke depannya, hal-hal yang membawa Belanda pada kestabilan pasokan air bersih ini juga akan ada di Indonesia.

Sumber referensi artikel:

http://www.hollandtrade.com/media/news/?bstnum=4889

http://www.tnw.tudelft.nl/fileadmin/Faculteit/TNW/Over_de_faculteit/Afdelingen/Biotechnology/Research/Research_Groups/Environmental_Biotechnology/Research_Projects/doc/EBTprRuiken.pdf

http://www.tnw.tudelft.nl/fileadmin/Faculteit/TNW/Over_de_faculteit/Afdelingen/Biotechnology/Research/Research_Groups/Environmental_Biotechnology/Research_Projects/doc/EBTprVet.pdf

sumber gambar:
Giethoorn: http://www.olympicwanderings.com/wp-content/uploads/2012/10/DSC_0780.jpg
Waste water: http://www.dutchwatersector.com/uploads/2013/09/dws-vallei-veluwe-grontmij-wwtp-amersfoort-770px-1.jpg