116. Bahasa Tanah ada di Maluku, Indonesia sedangkan Inovasi Tanah ada di Belanda

Penulis : Maruli Juara
Tema : Earth

=========================================================================================================================================================

Dunia mengetahui bahwa Negara Belanda terletak dibawah permukaan air laut, 50 % wilayahnya berada hampir 1 meter dibawah dari batas permukaan air laut. Lhooo…apa tidak terendam air negara itu??.. Apa tidak kena banjir?? Jawabannya, sudah tentu pernah. Belanda pernah beberapa kali dilanda musibah banjir, salah satunya terjadi pada bulan Juni 1212, musibah Banjir Laut Utara yang merupakan musibah banjir terparah sepanjang sejarah dunia. Lebih dari 60,000 korban jiwa, ribuan rumah, gedung, fasilitas umum serta berhektar tanah rusak parah. Tau nggak, sangking parahnya kerusakan yang diakibatkan oleh banjir Laut Utara itu, dibutuhkan kurang lebih 6 bulan untuk merelokasi dan pembersihan akibat banjir itu. Musibah banjir itu, tidak saja menelan korban jiwa dan fisik bangunan, tapi sempat membuat Warga Belanda terpuruk dan hilang semangat.

image001
Gambar 1. Musibah banjir Laut Utara, Belanda menelan korban jiwa lebih dari 60.000 dan ribuan rumah, gedung, fasilitas umum serta berhektar tanah rusak parah. (Sumber: http://citizen6.liputan6.com/read/2156562/7-bencana-banjir-paling-parah-sepanjang-sejarah)

Lalu, apakah bangsa Belanda hanya terus berkabung saja akibat musibah alam itu??.. Atau mencari peradaban baru??? Tentu tidak. Musibah alam itu tidak serta merta mematikan semangat Bangsa Belanda, bahkan justru membangunkan Raksasa Inovasi yang selama ini tertidur hingga membuat Bangsa Belanda terus berinovasi, mencari cara dan jalan keluar untuk memecahkan permasalahan itu. Salah satu buah hasil inovasinya, Belanda mampu membuat areal perairan menjadi daratan baru. Ibarat sang pesulap, dengan keliaian inovasinya mampu merubah secarik kertas menjadi setangkai mawar, penonton pun terkagum-kagum dibuatnya. Seperti kata pepatah, “ Sengsara membawa nikmat” itulah yang dirasakan Belanda sekarang ini berkat Inovasinya pada elemen-elemen kehidupan.

Diprakarsai oleh buah pikiran Conelis Lely, 1891, Zuiderzeewerken (Belanda) yaitu proyek pembendungan Zuiderzee dan reklamasi tanah di perairan yang ditutup oleh bendungan. Tujuan inovasi dari Cornelis Lely saat itu adalah untuk melindungi wilayah Belanda dari Lautan Lepas dan menciptakan tanah pertanian baru. Terbukti!.. Inovasi itu membuahkan hasil. Kesengsaraan itu menghasilkan buah yang Manis. Tanggal 1 Januari 1986, hasil inovasi Negara Belanda membentuk lokasi bekas Zuiderzee yang telah menjadi daratan, jadi provinsi baru urutan ke duabelas, terletak di pusat kota yaitu Flevoland dimana sebagian besar wilayahnya adalah hasil pengeringan laut (Polder) yang berukuran 1.419 KM2 . Beranjak dari situ, inovasi pada elemen tanah pun terus berlanjut. Membangun Valuwameer, sebuah jembatan berukuran 25 X 19 Meter sebagai penghubung Provinsi Flavoland dengan daratan yang ada didekatnya, dan bergabung menjadi pulau buatan hasil pengeringan laut yang dapat diakses melalui jalur darat.

image002
Gambar 2. Patung Cornelis lely didirikan tepat pada Bendungan Afsluitdijk untuk mengenang jasa-jas beliau. (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works)

image003
Gambar 3. Rancangan Lely pada proyek Zuiderzee, 1886 yang menghasilkan daratan baru dan menjadi Provinsi Flevoland. (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works#/media/File:Zuiderzeewerken_-_Lely_plan.jpg)

image004
Gambar 4. Proses pengerjaan bendungan Afsluitdijk, yang merupakan inovasi belanda pada elemen tanah untuk menciptakan daratan baru. (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works)

image005
Gambar 5 . Flevoland. Provinsi ke 12 di pusat negaran Belanda. Sebuah pulau buatan yang berasal dari Zuideezeeweken dan dihubungkan oleh Jembatan Valuwameer hingga dapat diakses oleh transportasi darat. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flevoland)

image006
Gambar 6. Jembatan valuwameer. Tampak atas terlihat seperti terputus dan tidak dapat dilewati oleh mobil, tapi sebenarnya tepat dibawah air itu ada jalan terusan sebagai penghubung. ( Sumber: http://www.travelwithmasha.com/2014/04/02/ducth-follow-technological-progress-attract-tourists-check-flevoland/)

image007
Gambar 7 Jembatan Valuwameer. Menghubungkan Flevoland dengan darata yang terdekat dengannya, hingga menjadi Pulau buatan yang tetap dapat diakses melalui jalur darat. ( Sumber: http://www.travelwithmasha.com/2014/04/02/ducth-follow-technological-progress-attract-tourists-check-flevoland/)

Seperti yang telah direncanakan Cornelis Lely, bahwa hasil inovasi Zuiderzeewerken adalah untuk menciptakan tanah pertanian baru. Karena dengan menambah luas areal pertanian akan semakin banyak jenis tanaman dibudidayakan yang tentunya akan semakin menambah hasil produksi pertanian. Tapi, apakah langkah inovasi menciptakan tanah pertanian baru hanya sebatas meningkatkan hasil produksi saja?? Of course not..malah lebih dari itu efek dari inovasi tanah. Salah satunya, yang sangat berhubungan dengan permasalahan sedang dihadapi dunia yaitu Global Warming. Dengan semakin banyak areal pertanian baru, maka akan semakin banyak gas CO2 yang dihirup oleh tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan itu, dipakai dalam proses fotosintesis dan salah satu hasil olahannya adalah Gas 02, yang merupakan kebutuhan utama untuk keberlangsungan kehidupan. Semakin banyak produksi 02 yang dihasilkan dari fotosintesis maka akan turut menjaga kestabilan suhu panas bumi. Nah! berarti inovasi Belanda untuk membentuk tanah baru telah turut berpartisipasi dalam mengurangi resiko Global Warming, menstabilkan suhu panas bumi, dan mencegah naiknya permukaan air laut.

image008
Gambar 8. Areal pertanian di Flevoland. Letaknya dekat dengan batas bibir laut, yang merupakan hasil dari lekramasi tanah (Sumber: http://www.travelwithmasha.com/2014/04/02/ducth-follow-technological-progress-attract-tourists-check-flevoland/)

Mari kita review kembali. Belanda telah mampu mengatasi masalah Banjir dan inovasinya menciptakan tanah pertanian baru, dimana jumlah areal pertaniannya pun makin bertambah, hasil produksi pertanian juga meningkat. Hal ini juga sangat bermanfaat dalam mengatasi Global Warming, yaitu turut menjaga kestabilan suhu panas bumi. Lalu dalam menjaga kelestarian tanah, apakah ada inovasinya juga? Absolutely!… melihat pada inovasi-inovasi yang telah dibuat oleh Belanda, nampak jelas bahwa Belanda selalu berpikir beberapa digit ke depan. Belanda tidak pernah berhenti langkahnya untuk terus meneliti dan berinovasi.

Pertanian di Belanda sangat terintergrasi dan penuh dengan teknologi modern. Penggunaan teknik rumah kaca, memanipulasi iklim dalam ruangan serta teknologi robotik dan komputerisasi sudah menjadi hal yang lazim dipergunakan disana. Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme colar cell dirumah kaca yang berfungsi memamen energi panas dan disimpan di tandon dan sungai-sungai bawah tanah sehingga dapat menaikan suhu air. Lalu, saat musim dingin tiba mesin-mesim blower memanen simpanan energi di bawah tanah dan mensirkulasi udara untuk memanipulasi iklim dalam ruangan. Sehingga dalam kondisi dingin atau panas proses pertanian dapat tetap berjalan prima.

image009
Gambar 9. Nimbus II, 2012. Awan di dalam kamar yang merupakan Inovasi belanda untuk memanipulasi iklim. (Sumber: http://pameranpertanian.blogspot.com/p/negara-dengan-pertanian-terbaik.html)

Inovasi untuk mensiasati masalah pertanian kala musim musim dingin dan panas telah dilakukan oleh Belanda. Lalu, bagaimana dengan peremajaan akan kesuburan tanah? Seperti yang kita ketahui, tanah perlu diremajakan karena setiap areal tanah pertanian yang telah ditanami terus menerus dalam kurun waktu tertentu, akan mengalami pengurangan bahkan kehilangan beberapa unsur tanah, yang akhirnya tanah tidak subur lagi. Dan pada tanah-tanah yang telah rusak akibat limbah buangan industri, Ayooo! Bagaimana tuh, apakah ada inovasi Belanda untuk mensiasati permasalahan itu.
Dengan terus mengembangkan penelitian pada in situ soil remediation, Belanda menciptakan Electro-Bioreclamation, sebuah inovasi untuk tetap bisa menjaga kesehatan tanah atau menyehatkan kembali tanah yang telah rusak karena limbah kimia. Dimana Electro-Bioreclamation mampu membersihkan kandungan kerosin, petroleum diesel, minyak, dan PAH yang ada di dalam tanah serta merangsang pertumbuhan mikroorganisme baik yang sangat berguna untuk kesuburan tanah. Nah! ada kan inovasinya.

“God created the earth but the Dutch created Holland” . Kita telah lihat inovasi-inovasi Negara Belanda pada salah satu elemen kehidupan yaitu, tanah. Ada peribahasa yang mengatakan bahwa “dimana Bumi (tanah) dipijak maka disitulah langit dijunjung” . Bila saya inovasi sedikit peribahasa itu, maka “dimana ada inovasi pada tanah maka disitulah ada kehidupan”.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://id.wikipedia.org/wiki/Flevoland

http://pameranpertanian.blogspot.com/p/negara-dengan-pertanian-terbaik.html

http://www.travelwithmasha.com/2014/04/02/ducth-follow-technological-progress-attract-tourists-check-flevoland/

ELECTRO-BIORECLAMATION: A COMBINATION OF IN SITU REMEDIATION TECHNIQUES PROVES SUCCESSFUL AT A SITE IN ZEIST, THE NETHERLANDS
Lageman, Reinout and M.S. Godschalk, Holland Milieutechniek BV, Geldermalsen, The Netherlands. Electrochimica Acta, Vol 52 No 10, p 3449-3453, 2007.

http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works#/media/File:Zuiderzeewerken_proposal_1907.jpg

http://citizen6.liputan6.com/read/2156562/7-bencana-banjir-paling-parah-sepanjang-sejarah

http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works

http://en.wikipedia.org/wiki/Global_warming