Archive for: FINALIST

749. Di Belanda, Jalanan Juga Bisa Pintar! (FINALIST)

Penulis : SITI KHAERUNNISA
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Kalian yang bisa mengemudi pasti pernah mengalami permasalahan, misalnya…

Lupa mengisi bensin?

Perjalanan terganggu karena lampu jalan padam?

Atau, perjalanan terganggu karena jalanan licin?

739. Plant Love, Plant Life (FINALIST)

Penulis : Noval Kurniadi
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Ember biasanya digunakan untuk menyimpan air. Nah, kalau ember yang membantu penghijauan bumi sekalipun di tempat kering, kira-kira ada enggak ya? Hayo tebak!
Kedengarannya mustahil, ya? Namun faktanya ada loh ember seperti itu. Embernya made in netherlands. Dari luar, kelihatannya sih ember biasa, namun sebenarnya embernya ajaib karena mendukung go green.

Diciptakan oleh Pieter Hoff, seorang pensiunan eksportir bunga lili dan tulip Belanda, Groasis Waterboxx –nama si ember- boleh jadi pionir green bucket atau green bucket generasi pertama di dunia. Meski warna ember tersebut hijau, maksud pionir green bucket di sini bukan berarti pelopor ember berwarna hijau ya, melainkan pelopor ember yang berkontribusi dalam penghijauan bumi. Terdengar tidak masuk akal? Ya. Namun inovasi apa sih yang tidak bisa diciptakan oleh orang Belanda? Penebangan pepohonan selama lebih dari 2000 tahun yang kini ukurannya sebesar Kanada menjadi salah satu penyebab mengapa Pieter menciptakan benda ini.

705. Inovasi Karya Arsitektur Koen Olthuis : The Netherland Water Architecture (FINALIST)

Penulis : Muhammad Mukhlas
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image001
Gambar 1 Tulip dan Kincir Angin, Belanda.

Siapa yang tak kenal dengan negri kincir angin yang satu ini, Netherland. Warni warni indah bunga tulip terpancar indah menghiasi negri ini. Persis menggambarkan suasana hati setiap orang yang berada disana. Putaran kincir angin yang meliuk – liuk menghadirkan filosofi hidup yang terus berputar silih berganti bak roda kehidupan yang tak pernah padam kecuali jika waktu terhenti. Kehidupan yang tak pernah orang pahami selain percaya pada kodrat ilahi. entah senang atau sedih, entah pada derajat yang tinggi, tapi mungkin sewaktu-waktu akan berada di bawah, begitulah hidup. Begitulah negri ini bercerita. Cerita yang harus kau pelajari agar kau bisa seindah tulip di padang yang hijau, agar kau terus berusaha di setiap putaran waktu.

696. Vic Hayes, Dari Belanda Merubah Peradaban Dunia (FINALIST)

Penulis : Sufiyati
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Bisa jadi, satu-satunya makhluk gaib yang tidak ditakuti dan justru menjadi incaran masyarakat modern saat ini adalah sinyal Wi-Fi. Kenapa disebut makhluk gaib? Karena ia tidak terlihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya nyata disekitar kita.

Dulu ada ungkapan: ‘Dimana ada gula, disitu ada semut’. Sekarang ungkapan itu sepertinya harus direvisi menjadi ungkapan yang lebih kekinian: Dimana ada ‘Free Wi-Fi’, disitu berkerumun manusia.

Hadirnya Wi-Fi menjadi salah satu faktor pendorong -selain internet- berubahnya peradaban manusia. Jika dulu interaksi antar sesama banyak dilakukan dengan cara face to face, sekarang model itu digantikan oleh interaksi dalam kultur virtual. Maka muncullah virtual traveler, virtual student, virtual office hingga virtual family.
Seperti kita ketahui, Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah produk teknologi yang membuat proses transfer data bisa dilakukan tanpa memakai kabel. Wi-Fi bekerja menggunakan gelombang radio elektromagnetik.

684. Kentang Air Payau (FINALIST)

Penulis : HANIDA SYAFRIANI
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Apa jadinya bila Dewa Laut Poseidon bersahabat dengan Dewi Panen dan Kesuburan Demeter? Hasilnya adalah Salt Farm Texel. Ya, jangan kaget, salt farm. Pertanian di pulau Texel yang terletak di Belanda bagian utara, mengolah lahan dengan kadar garam tinggi menjadi pertanian, dan menyiram tanaman dengan air laut yang diencerkan. Tidak tanggung-tanggung, salah satu hasil pertaniannya adalah kentang, yang merupakan satu dari lima makanan yang paling banyak dikonsumsi; selama ini diyakini, kelima makanan tersebut sangat tidak tahan terhadap garam. Kentang asal Texel ini berhasil mengalahkan 560 proyek lain dari 90 negara, memenangkan penghargaan prestisius Securing Water for Food Grand Challenge dari USAid.

Salinisasi adalah momok bagi pertanian. Secara global, >1 miliar hektar tanah menjadi percuma akibat salinitas, dan 50% lahan pertanian terancam oleh air garam. Ini khususnya jadi masalah besar di Belanda, yang negerinya terletak di bawah permukaan laut. Diperkirakan, 6,5% dari total lahan pertanian di Belanda akan terpengaruh oleh salinisasi tanah. Di masa depan, PBB mengestimasi bahwa dunia akan kehilangan sedikitnya 3 hektar tanah garapan/menit akibat salinisasi.