Archive for: Fire – Page 2

736. PERAPIAN TANPA API

Penulis : NUR MUHAMMAD AFIF S.
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Proses pembuatan artikel ini merupakan yang terlama diatara beberapa artikel yang saya buat untuk Holland Writing Competition (HWC). Mengapa demikian?. Lamanya proses pembuatan artikel ini disebabkan oleh pemilihan judul artikel yang membuat saya bingung menentukan elemen atau tema dari artikel ini. Bingung antara memasukkannya kedalam elemen api atau elemen udara. Dan akhirnya saya mencapai keputusan untuk memasukkannya ke dalam elemen api yang semoga saja bukanlah sebuah kesalahan.

Ide artikel ini muncul setelah saya menemukan sebuah berita di internet yang membahas tentang e-radiator. Sebelum membahas lebih jauh lagi tantang apa itu e-radiator, alangkah baiknya jika kita cermati terlebih dahulu beberapa penjelasan berikut inie. E-radiator ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan asal Belanda bernama Eneco. Mengapa dikembangkan di Belanda? Karena Belanda merupakan salah satu negara yang terletak di benua Eropa yang merupakan benua beriklim sub-tropis yang artinya di Belanda ini memiliki iklim yang cenderung lebih dingin dibandingkan dengan di Indonesia.

729. Tomat dan Penghangat Ruangan dari Sumber Energi Panas Bumi di Belanda

Penulis : EKA OKTAVIANI
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Jika api adalah benda yang butuh penjelasan
Maka orange hampir jadi penyempurnanya
Bagai dua sejoli dalam kata yang tak sama
Mereka dua dalam satu indera penglihatan
Jika Belanda adalah suatu nama benda
Maka kincir angin adalah atributnya
Begitu pula dengan tulip si cantik berwarna
Mereka satu, dalam beberapa kata

727. Dari C.I.N.T.A Turun ke Inovasi, Ketika Lampu Bertemu Karpet

Penulis : Jaka Yuhenda
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Ketika lensa bertemu cahaya lahirlah mikroskop
Ketika plastik bertemu cakram jadilah CD
Ketika router bertemu gelombang terciptalah WiFi
Lalu apa yang terjadi ketika lampu bertemu karpet?

725. Matahari itu di Keukonhof

Penulis : Rilnia Metha Sofia
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Ada sebuah lukisan yang tergantung di jendela. Lukisan itu adalah paduan warna yang tertuang dalam sehelai kain nilon tua. Lukisan itu tak pernah hidup, meskipun sudah berumur lama. Bahkan debu tipis sudah menempel lekat di permukaannya. Meskipun begitu, ia dapat menceritakan kehidupan yang tertuang di dalamnya. Suatu hamparan tulip yang mengelilingi kolam kecil dengan air sebening embun. Lukisan itu, adalah lukisan keukonhof. Meski lukisan itu tak pernah hidup. Ada satu hal di baliknya yang membuat keukonhof di dalamnya selintas seperti nyata. Tepat di balik lukisan itu, tergantung sebuah lampu pijar bening dengan sinar keemasan yang mulai dinyalakan setiap hari menjelang magribh. Seolah, ada matahari senja di dalamnya yang mulai hidup setiap kali senja dalam kehidupan nyata mulai tiba.

Pijaran lampu itu, seperti pijaran matahari di Keukonhhof dalam dunia yang sesungguhnya. Matahari yang membuat seluruh tulip di tanah Belanda bisa tumbuh dengan baik. Matahari, yang dapat membuat setiap mata menyaksikan kekayaan warna tulip di seluruh tanah Keukonhof. Matahari itu yang kini menjadi salah satu bentuk kasih sayang tak terbatas Tuhan saat bahan bakar fosil dunia terus-menerus terkuras, saat biofuel pun dianggap tidak cukup banyak untuk menggantikan. Belanda sendiri mengonsumsi 18 juta liter minyak fosil per hari dengan berbagai efeknya terhadap polusi udara dan pemanasan global.

720. Tawaran Konsep Smart City dari Almere City

Penulis : Rosyid Bagus Ginanjar Habibi
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Apakah anda pernah mendengar nama Stefano Lilipaly? Ya. Pemain sepakbola berdarah Indonesia-Belanda itu kini resmi menyandang predikat warga negara Indonesia. Lilipaly tidak harus menunggu lama dinaturalisasi oleh PSSI setelah penampilan pemain Almere City ini memukau pencari bakat nasional. Bakat Lilipaly yang tidak dimanfaatkan oleh Timnas Belanda dimanfaatkan oleh PSSI untuk membela Indonesia di kancah internasional.

image002
Sumber foto: www.architecturelab.net